Harga minyak melonjak, mata uang ini secara "tak terduga" menjadi tempat perlindungan

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

Dalam ketidakstabilan pasar global, dolar Australia bangkit dengan cara yang tak terduga sebagai aset safe haven.

Pada hari Rabu, dolar Australia terhadap dolar AS naik ke 71,78 sen, mencapai level tertinggi sejak Juni 2022, dan terhadap yen juga mencatat level terkuat dalam 35 tahun, menjadi mata uang utama dengan performa terkuat tahun ini. Dorongan utama adalah harga minyak dan gas yang tetap tinggi, serta ekspektasi pasar bahwa Reserve Bank of Australia akan segera menaikkan suku bunga minggu depan. Citi memperkirakan bahwa tren kenaikan dolar Australia dapat mencapai 75 sen dalam tiga bulan.

Pergerakan ini membalikkan pola tradisional di mana dolar Australia biasanya melemah selama ketegangan geopolitik. Nick Twidale, Kepala Analis Pasar di AT Global Markets Sydney, mengatakan, “Dalam kondisi saat ini, dolar Australia adalah pilihan yang lebih baik dibandingkan mata uang lain,” tetapi dia juga menambahkan bahwa ini “berlawanan dengan pola tradisional yang biasanya kita lihat selama ketegangan geopolitik—di mana dolar Australia cenderung melemah secara menyeluruh, terutama terhadap yen.”

Ekspektasi kenaikan suku bunga meningkatkan keunggulan hasil

Ekspektasi suku bunga adalah salah satu pendorong utama yang mendukung dolar Australia. Pasar swap suku bunga saat ini memperkirakan peluang Reserve Bank of Australia untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan 17 Maret lebih dari 70%. Sebelumnya, RBA menyatakan sikap hawkish, menegaskan bahwa jika konflik di Iran semakin memperburuk tekanan inflasi, mereka tidak akan ragu untuk menaikkan suku bunga kebijakan.

Ekspektasi ini mendorong hasil obligasi pemerintah Australia menempati posisi tertinggi di negara maju. Spread hasil obligasi acuan Australia-AS melebar hingga level terlebar sejak Oktober 2022 pada hari Selasa, semakin memperkuat daya tarik dolar Australia. Data pasar opsi yang dikumpulkan oleh Bloomberg menunjukkan bahwa hingga Rabu pagi, probabilitas dolar Australia mencapai 75 sen dalam tiga bulan mendekati 33%.

Peran sebagai negara pengekspor energi memberikan dukungan tambahan

Selain faktor suku bunga, posisi Australia sebagai negara utama pengekspor energi memberikan manfaat tambahan dalam konteks harga minyak dan gas yang tinggi.

Dirk Willer, Strategis Citi, menulis dalam laporan kepada klien bahwa, “Bahkan saat tekanan pasar terkait Iran sangat intens, dolar Australia hampir tidak mengalami penjualan yang signifikan, dan dampak positif dari kondisi perdagangan serta sikap hawkish bank sentral bersama-sama memberikan dukungan.”

Citi berpendapat bahwa jika harga minyak tetap stabil di level tinggi dan tidak terus naik, ditambah dengan sikap hawkish dari RBA, momentum kenaikan dolar Australia berpotensi kembali terkumpul. Para analis menunjukkan bahwa selama harga energi tetap tinggi, dolar Australia dapat terus merasakan manfaat dari perbaikan kondisi perdagangan, dan tetap relatif tangguh di tengah volatilitas pasar yang lebih luas.

Peringatan risiko dan ketentuan penafian

        Pasar memiliki risiko, investasi harus dilakukan dengan hati-hati. Artikel ini tidak merupakan saran investasi pribadi dan tidak mempertimbangkan tujuan investasi, kondisi keuangan, atau kebutuhan khusus pengguna. Pengguna harus menilai apakah pendapat, pandangan, atau kesimpulan dalam artikel ini sesuai dengan situasi mereka. Investasi berdasarkan penilaian sendiri, tanggung jawab sepenuhnya di tangan pengguna.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan