Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Futures Kickoff
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Maret yang harum~
Bunga mekar tahu musim semi hangat, bunga layu menua di musim gugur sejuk, pergantian musim terus berputar, siapa yang menjaga, aroma tinta yang sepi? Rahasia hati dua orang, wajah menunggu di lautan yang luas dan zaman yang berganti.
Cinta yang mekar dan daun yang gugur, duka yang panjang melayang di ujung musim.
Mungkin takdir dari kehidupan sebelumnya, mungkin jodoh dari kehidupan ini, bertemu denganmu, aku hanya menggunakan tanpa penyesalan, untuk menyembunyikan tahun-tahun yang hangat.
Satu goresan sulit diungkapkan, air mata bertanya kepada langit, di langit malam yang sepi, berapa banyak kerinduan yang tumbuh liar? Berapa banyak orang yang menangis?
Sepasang perasaan, asap pecah, segelas arak keruh, siapa yang mabuk saat bertemu? Sebuah mimpi yang tersembunyi, siapa yang menyerahkan ke balkon? Sebuah kata hormat, siapa yang mengirim ke ujung dunia? Sebuah nyanyian lembut, siapa yang jatuh cinta dengan bakatnya? Pelan-pelan menghela napas, menunggu beberapa generasi lembut, secangkir teh yang dari pekat menjadi ringan.
Di mana harus mengirimkan kerinduan? Angin musim gugur sejuk, krisan kuning, kesedihan menyentuh jendela dingin. Segala cerita hanyalah luka hati; orang pergi dari Sungai Yi, bulan cerah seperti embun beku. Hanya menyisakan harapan kosong di hati, terjebak dalam kesepian yang berwarna, tidak keberatan menunggu yang kurus dan kosong.
Aku masih menggambar mimpi dari kaca berwarna, hanya berharap di jalan cinta cukup sederhana, saling menghangatkan hati. Beberapa kali terikat, potongan tentangmu jatuh ke dalam bait puisi yang berjatuhan. Memotong perasaan merah, memotong makna hijau, menjaga kota yang hangat, berjanji bersama, melewati romantisme bunga persik, berabad-abad berdampingan, menyoroti hati yang murni.
Menghela napas, waktu seperti air, tak meninggalkan jejak, musim semi pergi dan musim gugur kembali, hati tanpa kata pun sakit, mengunci alis dalam, muncul kesedihan, tak terbayangkan, seberkas cahaya yang mengalir, daun merah yang jatuh, bayangan yang tersisa, memegang bulan yang ramping, menulis di atas kertas, perlahan menggulung kekhawatiran, menulis dengan tinta indah untukmu, menulis kata-kata dan perasaan untukku.
Puisi yang terkandung dalam angin sepoi-sepoi, diam-diam tinta dan air, menjemput hujan menjadi awan, keindahan yang menyerap, melukiskan bisikan, menyanyikan kata-kata seperti lotus, kerinduan yang kurus dan cantik, ingin mengirim surat tak berbalas, bagaimana menanggung perpisahan? Menangis menulis di atas kertas awan, berirama dan seimbang, mutiara kata bulan, puisi dengan beberapa bab pohon wutong.
Perasaan seperti ini, takut takdir pecah, berharap di halaman sudah senja, tak lagi melihat salju, bulan, angin, dan bunga. Keributan dunia yang bergejolak, tak melihat orang kembali, hanya melihat musim gugur, cinta sulit dilepaskan, hati pun tetap tinggal. Biarkan kata-kata yang dangkal ini menyerap perasaan duniawi, nada yang hidup, melintasi empat musim seperti lagu.
Mengatur suasana hati, tinggal di kertas polos hari ini, setiap kata dan kalimat, penuh perasaan dan makna, melampaui puisi Tang dan lagu Dinasti Song, mungkin tak lagi terlupakan. Menggunakan rima yang murni dan sederhana, hati dan kamu saling berbagi, menulis tentang jarak dunia yang dekat, menulis tentang musim semi dan musim gugur, dengan tenang berbicara dan tertawa, ikatan ini, biarkan angin dan hujan mengikuti jalannya.
Tinta ringan tetap harum, kota yang mempesona hanya menua, itu adalah zaman yang lama dan abadi! Dengan lembut menepuk debu dari tubuh, dalam kekacauan pikiran, melukiskan garis halus untukmu, aroma jauh yang mengalir dekat, tak terdengar janji yang terbakar, menunggu harapan menjadi abu, lalu berdoa lagi, hanya ingin, begitu saja, diam-diam menjaga di sampingmu……