Saham India Telah Terbukti Tahan Banting Meski Menghadapi Konflik Besar Dalam 15 Tahun: Laporan

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

(MENAFN- IANS) New Delhi, 2 Maret (IANS) Terlepas dari konflik besar secara global, pasar saham India telah terbukti tangguh selama 15 tahun terakhir, kata sebuah laporan pada hari Senin.

Setiap kali ketegangan geopolitik meningkat, indeks saham domestik mengalami koreksi tajam—baik selama Operasi Sindoor maupun kerusuhan Timur Tengah tahun 2011.

Meskipun terjadi penurunan signifikan di pasar saham India selama peristiwa tersebut, saham India secara konsisten pulih dan menunjukkan ketahanan setelah konflik besar atau perang global, menurut laporan dari Axis Asset Management.

Pesan utama bagi investor yang panik dan menjual saham mereka selama konflik seperti ketegangan AS–Israel–Iran yang sedang berlangsung adalah memahami bagaimana performa pasar saham India secara historis selama krisis geopolitik besar.

Di tengah perang AS–Israel–Iran, pasar saham global menunjukkan kinerja negatif setelah serangan misil.

Secara historis, pola ini berulang beberapa kali selama 15 tahun terakhir. Perang dan konflik geopolitik biasanya memicu volatilitas pasar jangka pendek, tetapi tidak menyebabkan kinerja saham yang buruk secara berkelanjutan, terutama ketika konflik tetap regional, menurut catatan tersebut.

Pola ini konsisten: penurunan yang dipicu konflik cenderung dangkal dan sementara, sementara pengembalian jangka panjang dipengaruhi oleh pertumbuhan laba, likuiditas, dan permintaan domestik.

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa konflik AS–Israel–Iran adalah peristiwa geopolitik serius, tetapi bagi investor India, ini bukan hal yang baru.

“Selama 15 tahun terakhir, setiap konflik besar telah menguji sentimen dan hampir setiap kali, saham India terbukti tangguh. Pasar bisa turun, mata uang bisa melemah, dan harga minyak bisa melonjak. Tetapi fondasi fundamental akan kembali menguat seiring waktu. Bagi investor jangka panjang, strategi paling andal selama tekanan geopolitik tetap sama: tetap berinvestasi, diversifikasi secara bijaksana, dan manfaatkan periode penurunan untuk menambah posisi yang sudah ada,” kata Ashish Gupta, CIO, Axis Mutual Fund.

Selain itu, investor yang keluar dari saham selama penjualan akibat konflik sebelumnya sering kali melewatkan pemulihan yang terjadi kemudian, terkadang dalam waktu yang relatif singkat, tambahnya.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)