Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Promosi
AI
Gate AI
Partner AI serbaguna untuk Anda
Gate AI Bot
Gunakan Gate AI langsung di aplikasi sosial Anda
GateClaw
Gate Blue Lobster, langsung pakai
Gate for AI Agent
Infrastruktur AI, Gate MCP, Skills, dan CLI
Gate Skills Hub
10RB+ Skills
Dari kantor hingga trading, satu platform keterampilan membuat AI jadi lebih mudah digunakan
GateRouter
Pilih secara cerdas dari 30+ model AI, dengan 0% biaya tambahan
Baru saja liat data menarik dari Dune tentang stablecoin yang bikin penasaran. Selama ini kita sering dengar angka supply stablecoin udah tembus 300 miliar dollar, tapi seberapa dalam sih kita benar-benar paham tentang aset ini? Siapa aja yang ngepegangnya, gimana distribusinya, dan paling penting—stablecoin ini sebenarnya dipake buat apa?
Kalau lihat landscape supply terbaru (data April 2026), total pasokan dari 15 stablecoin utama di EVM, Solana, dan Tron mencapai sekitar 304 miliar dollar. USDT masih jadi raja dengan supply sekitar 189 miliar dollar, diikuti USDC di 77 miliar dollar. Kedua token ini kuasai 89% dari total pasar stablecoin. Tapi yang menarik, di bawah dua raksasa ini, 2025 kemarin adalah tahun penantang. USDS dari Sky Ecosystem/MakerDAO meledak 376%, PYUSD dari PayPal naik 753%, dan RLUSD dari Ripple bahkan melompat 1.803% dari posisi awal yang sangat kecil. Ini menunjukkan pasar stablecoin mulai diversifikasi.
Dari sisi blockchain, Ethereum masih mendominasi dengan 176 miliar dollar (58% dari total), Tron membawa 84 miliar, Solana 15 miliar, dan BNB Chain 13 miliar. Distribusi ini relatif stabil dalam setahun terakhir.
Sekarang yang lebih dalam—siapa sebenarnya yang nyimpen stablecoin ini? Data Dune menunjukkan CEX (bursa terpusat) adalah pemegang terbesar dengan 80 miliar dollar, meningkat dari 58 miliar setahun lalu. Whale wallet nyimpen 39 miliar, sementara protokol yield farming nyimpen 9.3 miliar (hampir dua kali lipat). Yang menarik, alamat penerbit (issuer addresses) naik 4.6 kali lipat jadi 10.2 miliar dollar, yang langsung cerminan dari supply baru yang masuk pasar.
Ada 172 juta unique address yang ngepegangnya minimal satu dari 15 stablecoin ini. USDT ada di 136 juta address, USDC di 36 juta. Tapi di sini ada plot twist—konsentrasi kepemilikan sangat beda tergantung token. Untuk USDT dan USDC, top 10 wallet hanya pegang 23-26% supply dengan HHI index di bawah 0.03 (sangat terdistribusi). Tapi untuk challenger stablecoin seperti USDS, top 10 wallet pegang 90% supply (HHI 0.48), dan USD0 paling ekstrem dengan top 10 wallet pegang 99% (HHI 0.84). Ini penting karena menunjukkan bahwa interpretasi supply data harus berbeda untuk setiap token.
Kalau lihat dari sisi transaksi, data Januari 2026 menunjukkan volume transfer stablecoin mencapai 10.3 triliun dollar—lebih dari dua kali lipat dari setahun sebelumnya. Tapi distribusi volume ini sangat beda dari distribusi supply. Base chain misalnya, volume transaksinya 5.9 triliun dollar padahal supply-nya cuma 4.4 miliar. Ethereum 2.4 triliun, Tron 682 miliar, Solana 544 miliar.
Token-wise, USDC mendominasi dengan volume 8.3 triliun dollar—hampir lima kali lipat dari USDT meskipun supply-nya 2.7 kali lebih kecil. Ini menunjukkan USDC beredar jauh lebih cepat dan aktif digunakan.
Yang paling menarik adalah breakdown penggunaan stablecoin. Dari data Dune, 5.9 triliun dollar digunakan untuk DEX liquidity provision—ini adalah use case terbesar. Artinya stablecoin primarily berfungsi sebagai infrastructure untuk market making on-chain. Swap activity di DEX sebesar 376 miliar dollar. Flash loans mencapai 1.3 triliun (arbitrage dan liquidation cycles). Lending activity 137 miliar. CEX flows (deposit, withdraw, internal transfer) total 599 miliar. Cross-chain bridge flows 28 miliar. Issuer operations (minting, burning, rebalancing) hampir lima kali lipat jadi 106 miliar.
Dari sisi velocity (kecepatan peredaran), USDC paling cepat di L2 dan Solana—di Base bahkan mencapai 14x daily turnover, angka yang gila mengingat supply-nya relatif kecil. USDT paling aktif di BNB dan Tron dengan daily turnover 1.4x dan 0.3x masing-masing. Tapi di Ethereum, USDT hanya 0.2x—pasokan besar tapi sebagian besar tidak aktif. USDe dan USDS punya velocity lebih rendah karena dirancang sebagai yield-bearing stablecoin, mayoritas supply mereka terkunci di kontrak yield atau lending protocol.
Yang sering overlooked adalah bahwa underlying blockchain lebih penting dari token itu sendiri. PYUSD misalnya, di Solana punya daily turnover 0.6x, empat kali lebih cepat daripada di Ethereum (0.1x). Token yang sama, tapi usage pattern completely different tergantung ekosistem.
Beyond dollar, data Dune juga track lebih dari 200 stablecoin yang mewakili 20+ mata uang fiat. Euro stablecoin ada 17 token dengan supply 990 juta dollar, real Brasil 141 juta, yen Jepang 13 juta. Ada juga stablecoin yang dinilai dalam naira Nigeria, shilling Kenya, rand Afrika Selatan, lira Turki, rupiah Indonesia, dan dolar Singapura. Total supply non-USD stablecoin masih kecil (1.2 miliar), tapi 59 tokens sudah live di enam benua—hampir 30% dari semua token dalam dataset. Infrastructure untuk local fiat stablecoin sedang dibangun, dan ini penting untuk inklusi finansial global, terutama di pasar emerging yang belum fully banked.
Data dari Dune ini sebenarnya baru puncak gunung es. Dataset lengkap mereka track hampir 200 stablecoin di lebih dari 30 blockchain, dengan klasifikasi sophisticated untuk setiap transaksi. Setiap transfer dipetakan ke on-chain trigger-nya dan diklasifikasi ke salah satu dari sembilan kategori aktivitas. Setiap balance dibagi berdasarkan tipe pemegang dengan standar klasifikasi yang applied di semua chain.
Ini membuka pertanyaan yang belum kita tanya sebelumnya: wallet mana yang mulai accumulate stablecoin baru sebelum launch di exchange? Gimana holder concentration berubah beberapa hari sebelum de-peg event? Bagaimana flow untuk stablecoin yang dinilai dalam mata uang lokal? Seberapa erat korelasi antara issuer minting/burning pattern dengan market pressure?
Data ini dirancang untuk support institutional-level analysis, research publications, risk modeling frameworks, dan compliance monitoring. Kedalaman sudah ada di sini—tinggal mulai digali lebih dalam lagi.