Saya telah bertahun-tahun mengamati pasar dan sebenarnya pola dalam trading adalah salah satu hal yang paling diremehkan oleh trader pemula. Semuanya terobsesi dengan indikator teknikal yang rumit, tetapi terkadang yang paling sederhana adalah yang paling efektif.



Lihat, pola klasik dalam trading pada dasarnya adalah formasi visual yang berulang karena mencerminkan bagaimana pembeli dan penjual berpikir dan bertindak. Ini bukan sihir, ini psikologi pasar. Ada dua kategori utama: yang menunjukkan bahwa tren akan berbalik arah, dan yang menyarankan bahwa tren saat ini akan berlanjut.

Pola pembalikan adalah yang saya sukai untuk menangkap pembalikan pasar. Double top dan double bottom cukup langsung: Anda melihat dua puncak atau dua lembah pada level yang sama, dan ketika harga menembus level tersebut, Anda tahu bahwa sesuatu sedang berubah. Yang menarik adalah Anda harus menunggu pola selesai sebelum bertindak, jangan terburu-buru.

Selanjutnya ada pola kepala dan bahu, yang sedikit lebih kompleks tetapi sangat dapat diandalkan. Tiga puncak di mana yang tengah lebih tinggi dari dua lainnya, dan ketika menembus garis leher, itu biasanya menandakan pembalikan tren turun yang kuat. Saya telah melihat pola ini berfungsi berulang kali di berbagai aset, dari saham hingga cryptocurrency.

Pola kelanjutan berbeda: muncul ketika harga beristirahat sejenak tetapi tren utama tetap berjalan. Bendera dan pennant sangat cocok untuk ini. Anda melihat pergerakan kuat, kemudian konsolidasi berbentuk persegi panjang atau segitiga, dan setelah itu harga melanjutkan ke arah yang sama. Seperti pasar mengambil napas sebelum terus bergerak.

Segitiga sangat berguna. Segitiga naik dengan support yang meningkat dan resistance datar biasanya pecah ke atas. Segitiga turun melakukan hal sebaliknya. Segitiga simetris lebih netral, jadi semuanya tergantung di mana ia pecah.

Sekarang, menggunakan pola ini dalam trading membutuhkan disiplin. Pertama, Anda harus mengidentifikasi pola dengan benar menggunakan grafik lilin, volume, dan garis tren. Kedua, tetapkan titik masuk saat harga menembus pola. Ketiga, dan ini sangat penting, kelola risiko Anda. Tempatkan stop-loss di tempat yang logis dan jangan pernah risiko lebih dari yang bisa Anda kehilangan.

Yang saya sukai dari pola dalam trading adalah mereka bekerja di semua pasar. Saham, cryptocurrency, mata uang, komoditas. Psikologi sama saja. Tapi yang penting di sini: jangan menggunakannya sendiri. Gabungkan dengan RSI, MACD, moving average, apa pun yang cocok untuk Anda. Pola grafik menjadi lebih kuat saat Anda mendapatkan konfirmasi dari indikator lain.

Satu hal yang harus Anda ketahui adalah bahwa pola ini bisa gagal, terutama di pasar yang volatil atau saat ada berita penting. Kadang Anda melihat sesuatu yang tampak seperti pola sempurna dan kemudian semuanya berantakan. Oleh karena itu, manajemen risiko bukanlah saran, melainkan kewajiban.

Saran saya: mulai amati grafik Anda dan cari pola-pola ini. Anda tidak perlu menjadi ahli untuk melihatnya, cukup sabar. Latihan di simulasi terlebih dahulu sebelum menggunakan uang nyata. Pola dalam trading bisa menjadi alat yang sangat kuat, tetapi seperti segala sesuatu di pasar ini, keberhasilan tergantung pada disiplin dan belajar dari kesalahan Anda. Itulah yang benar-benar membuat perbedaan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan