Pirmin Troger di antara yang dihukum karena penipuan crypto terbesar Austria: skema Ponzi senilai 21,6 juta

Seorang pengadilan Austria menjatuhkan hukuman berat kepada lima individu, termasuk Pirmin Troger, salah satu pelaku penipuan terkait dompet EXW, dalam salah satu proses hukum paling signifikan dalam sejarah Austria terkait penipuan di sektor cryptocurrency. Kasus ini, yang berujung pada vonis hukuman penjara hingga lima tahun, mengungkap skala mengkhawatirkan dari skema penipuan terkoordinasi yang merugikan puluhan ribu orang.

Skema Penipuan Dompet EXW: Bagaimana Penipuan Dirancang

Dompet EXW, yang diluncurkan pada 2019, merupakan mekanisme penipuan canggih yang dikombinasikan dengan struktur pemasaran berjenjang. Para pelaku menjanjikan imbal hasil harian antara 0,1% dan 0,32%, angka yang akan menghasilkan keuntungan besar jika dipertahankan dalam waktu lama. Pada saat yang sama, mereka mempromosikan inisiatif bisnis lain di bawah merek EXW, termasuk agen properti dan layanan penyewaan mobil, menciptakan ilusi kestabilan bisnis yang tidak nyata.

Mekanisme ini menipu setidaknya 40.000 investor, mengumpulkan sekitar 20 juta euro dari pasar, setara dengan 21,6 juta dolar AS. Skema ini berlangsung hingga 2020, ketika sistem runtuh karena kontradiksinya sendiri, tetapi kemudian diluncurkan kembali dengan nama Exchange World, sehingga melanjutkan penipuan.

Pirmin Troger, Benjamin Herzog, dan Manuel Batista: Wajah-Wajah Penipuan

Pirmin Troger menonjol sebagai salah satu dari tiga pendiri utama operasi penipuan ini, bersama Benjamin Herzog dan Manuel Batista. Pirmin Troger dan Benjamin Herzog sebelumnya mengaku bersalah pada September 2023, masing-masing dijatuhi hukuman lima tahun penjara. Sementara itu, Manuel Batista, anggota pendiri ketiga, masih dalam buron.

Investigasi mengungkapkan bahwa Pirmin Troger beroperasi dalam struktur organisasi kompleks berbasis di Dubai, dari mana mereka mengkoordinasikan operasi penipuan dan mengelola aliran dana ilegal. Sebagian besar uang yang diperas juga dipindahkan ke Austria, menunjukkan sifat transnasional dari konspirasi ini.

Kehidupan Mewah yang Didanai dari Penipuan: Dari Kemewahan ke Detail Mewah

Hasil dari penipuan ini diubah pelaku menjadi gaya hidup yang sangat mewah. Terdakwa membeli mobil mewah kelas atas, mengakses jet pribadi, dan mengadakan pesta mewah di klub eksklusif Dubai. Tempat tinggal mereka mencerminkan filosofi berlebihan yang sama: sebuah vila lengkap dengan kolam hiu, sementara rumah lain berisi kotak penuh uang tunai dalam jumlah besar.

Kekayaan ini menjadi pameran publik dari kejahatan yang dilakukan terhadap puluhan ribu tabungan yang percaya, banyak dari mereka menginvestasikan tabungan pribadi mereka berdasarkan janji keuntungan tidak realistis.

Vonis Akhir: Putusan Pengadilan Regional Klagenfurt

Pengadilan Regional Klagenfurt menjatuhkan hukuman berbeda sesuai peran masing-masing terdakwa dalam skema kriminal. Dua terdakwa, termasuk Pirmin Troger dan Benjamin Herzog, dijatuhi hukuman lima tahun penjara. Dua terdakwa lain dihukum 30 bulan, dengan masa percobaan 21 bulan selama tiga tahun. Terdakwa kelima mendapatkan hukuman penangguhan 18 bulan.

Dalam sidang, pembela terdakwa berargumen bahwa para terdakwa bermaksud mengelola proyek investasi yang sah, dan menyatakan bahwa semuanya “keluar dari kendali.” Pengadilan menolak tegas argumen ini, menegaskan bahwa penipuan direncanakan secara rinci sejak awal, tanpa niat untuk menghasilkan keuntungan nyata bagi para peserta.

Penipuan Crypto: Fenomena yang Terus Berkembang Meski Ada Vonis

Kasus Pirmin Troger dan rekan-rekannya bukanlah kejadian tunggal. Data menunjukkan bahwa skema penipuan terkait cryptocurrency terus berkembang secara global, meskipun penegakan hukum semakin ketat. Menurut laporan FBI, penipuan dan penipuan yang melibatkan cryptocurrency dan aset digital menyebabkan kerugian lebih dari 5,6 miliar dolar AS pada 2023 saja, meningkat 45% dibandingkan tahun sebelumnya.

Contoh internasional semakin banyak: di Prancis, proses yang dimulai pada 22 Oktober melibatkan 20 orang yang diduga melakukan penipuan crypto yang menipu investor sebesar 30 juta dolar. Beberapa hari sebelumnya, seorang warga India dihukum lima tahun penjara karena mencuri lebih dari 20 juta dolar dari investor melalui pemalsuan platform Coinbase. Di Amerika Serikat, pengadilan distrik memerintahkan promotor skema Ponzi Forcount membayar lebih dari 3,6 juta dolar dalam ganti rugi dan menjalani hukuman penjara selama 20 tahun.

Menurut data dari polisi nasional Irlandia, lebih dari 45% kasus penipuan investasi yang dilaporkan di negara tersebut selama musim panas terkait langsung dengan cryptocurrency, menunjukkan penyebaran fenomena ini dalam dunia kriminal modern.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan