Perhatikan baik-baik! Ketiga gelas cairan ini sedang menguasai hidupmu!


Gelas yang jernih dan bersinar seperti sampanye—adalah minyak mentah Amerika Serikat. Sedangkan yang seperti anggur merah yang dalam—adalah minyak mentah Iran. Adapun yang seperti pasta hitam lengket yang tidak bisa dituangkan—adalah minyak mentah Venezuela.
Semua disebut minyak mentah, tapi kepribadiannya sangat berbeda! Kemarin fasilitas energi Iran dibom menjadi lahar api, sebuah efek kupu-kupu yang menakutkan sedang berkembang.
Lalu, bagaimana minyak mentah benar-benar mempengaruhi kita? Sebenarnya—seperti mandi uap!
Dengan suhu 400 derajat, minyak mentah masuk ke menara pemisah setinggi puluhan meter. Ingat: suhu menentukan nasib!
Puncak menara 40 derajat—gas minyak bumi, bahan bakar di tabung gas rumahmu.
Sekitar 200 derajat—bensin, produk utama dari sampanye itu, memberi makan mobil kecil di seluruh dunia.
Lebih ke bawah—naphtha! Ini adalah ayah dari industri kimia! Pakaian serat sintetis yang kamu pakai, kantong plastik di tanganmu, casing ponsel, semuanya bergantung padanya! Tanpanya, industri ringan langsung berhenti!
300 derajat—diesel dan minyak bahan bakar, darah dari kapal raksasa bermuatan puluhan ribu ton!
Di dasar menara, di atas 350 derajat—semuanya adalah residu kental. Tapi jangan remehkan! Oli pelumas kelas atas membuat mesin beroperasi dengan presisi, dan aspal di bagian paling bawah, menutupi jalan tol di seluruh dunia!
Sudah perhatikan? Menara ini dari atas ke bawah adalah seluruh peradaban manusia!
Dan minyak mentah dari Timur Tengah justru terjebak di posisi paling sempurna—dapat menghasilkan gas bumi dan secara stabil mengekspor bensin, naphtha, diesel. Jika Selat Hormuz diblokir, konsekuensi mengerikan segera datang:
60% bahan baku naphtha dari pabrik kimia Asia langsung terputus! Pakaianmu, kemasan pengiriman, biaya semuanya melambung tinggi!
Lebih gelap lagi—minyak mentah Timur Tengah secara alami bersifat asam, mengandung sulfur tinggi. Dalam proses desulfurisasi, secara tidak sengaja mengekspor 30% sulfur dunia! Tanpa sulfur, tidak bisa membuat asam sulfat, pabrik pupuk berhenti, tambang lithium lumpuh! Harga bahan pokok akan naik, dan mobil listrik juga akan terkena dampaknya!
Benar-benar seperti langit yang memberi makan, tapi karena itu, perang menjadi kutukan yang tak bisa mereka hilangkan.
Kamu pikir, ledakan ini akan membuat harga minyak melambung sampai berapa? Bagaimana kehidupan kita akan berubah? Sampai jumpa di kolom komentar!#特朗普称伊朗战事接近尾声
Lihat Asli
post-image
post-image
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan