Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Futures Kickoff
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Mengapa Pembuatan Kuartal Lebih Mahal Dari Nilai Nominalnya — Dan Apa yang Sedang Dilakukan Tentang Hal Ini
Ekonomi produksi koin semakin menantang bagi U.S. Mint. Memahami berapa biaya untuk membuat sebuah quarter mengungkapkan tren yang mengkhawatirkan: biaya yang terkait dengan produksi mata uang sehari-hari kini secara rutin melebihi nilai nominal koin tersebut. Tekanan keuangan ini memaksa pembuat kebijakan untuk mempertimbangkan kembali pendekatan dasar dalam pembuatan koin di Amerika.
Krisis biaya ini meluas ke semua denominasi, meskipun situasinya paling parah untuk koin nickel. Pada tahun 2022, biaya produksi satu koin nickel adalah 10,4 sen—lebih dari dua kali lipat nilai nominalnya sebesar 5 sen. Ini menunjukkan kenaikan dramatis sebesar 40,2% dari dua tahun sebelumnya, ketika biaya produksi per nickel sebesar 7,4 sen. Sementara dime dan quarter memiliki sedikit keunggulan biaya dibandingkan denominasi mereka, margin tersebut telah berkurang secara signifikan. Biaya pembuatan dime meningkat dari 3,7 sen pada tahun 2020 menjadi 5 sen pada tahun 2022, menandai kenaikan sebesar 34,9%. Demikian pula, biaya produksi quarter melonjak dari 8,6 sen menjadi 11,1 sen—sebesar 28,7% selama periode yang sama, menurut laporan resmi dua tahunan dari U.S. Mint.
Mengubah Komposisi Logam untuk Mengurangi Biaya Produksi
Untuk mengatasi tekanan yang meningkat ini, U.S. Mint mengusulkan beralih ke formulasi logam yang dimodifikasi untuk nickel, dime, dan quarter. Meski namanya, koin-koin ini tidak lagi mengandalkan komposisi logam tunggal selama beberapa dekade terakhir. Saat ini, mereka memiliki lapisan pelapis nikel-tembaga di atas inti tembaga. Usulan dari Mint melibatkan penyesuaian rasio ini dari campuran tradisional 75% tembaga-25% nikel menjadi 80-20 tembaga-nikel.
Penyesuaian yang tampaknya kecil ini memiliki implikasi keuangan yang signifikan. Berdasarkan volume produksi tahun 2022, lembaga ini memperkirakan perubahan ini akan menghasilkan penghematan sekitar 12 juta dolar per tahun. Jadwal operasionalnya tampak dapat dikelola: pelaksanaan bisa dilakukan dalam waktu sekitar satu tahun jika Kongres memberikan wewenang yang diperlukan.
Mint menegaskan bahwa gangguan bagi konsumen akan minimal. Koin yang diproduksi dengan komposisi logam baru ini akan tetap kompatibel sepenuhnya dengan mesin penjual otomatis dan sistem pembayaran yang ada. Selain usulan langsung ini, penelitian terus dilakukan terhadap bahan alternatif yang mungkin dapat lebih mengurangi biaya produksi. Menariknya, pengujian terhadap koin steel berlapis tembaga menunjukkan bahwa opsi ini bisa lebih mahal daripada komposisi saat ini, yang biaya produksinya sebesar 2,7 sen pada tahun 2022.
Upaya Kongres Mendorong Wewenang Pengurangan Biaya
Momentum legislatif semakin menguat untuk mengatasi tantangan produksi dari Mint. Sebuah RUU bipartisan yang diusulkan kembali di Senat menyediakan kerangka kerja bagi lembaga ini untuk mengadopsi komposisi logam alternatif. Usulan ini, yang didukung bersama oleh Senator Margaret Hassan (D-New Hampshire) dan Senator Joni Ernst (R-Iowa), merupakan dorongan baru setelah versi serupa terhenti meskipun mendapat persetujuan besar dari DPR pada Desember 2020.
Senator Ernst telah vokal tentang absurditas situasi ini, mengatakan kepada CNBC: “Hanya Washington yang bisa kehilangan uang saat membuat uang.” Sentimen ini menangkap paradoks mendasar—bahwa ekonomi terbesar di dunia berjuang dengan ekonomi dasar dari penciptaan mata uangnya sendiri. RUU ini bertujuan memberikan wewenang eksplisit kepada Mint untuk memodernisasi metode produksinya sebagai respons terhadap fluktuasi biaya bahan dan tekanan inflasi.
Jalur ke depan memerlukan tindakan dari Kongres, tetapi alasan keuangannya tampak meyakinkan. Seiring biaya bahan baku terus berfluktuasi dan biaya produksi meningkat, memperbarui kerangka regulasi yang mengatur pembuatan koin menjadi semakin mendesak demi efisiensi fiskal.