Ada banyak perbedaan budaya yang sangat menarik di seluruh dunia. Misalnya di beberapa kereta bawah tanah di Arab Saudi, gerbong dibagi menjadi gerbong pria lajang dan gerbong keluarga, jika wanita masuk ke gerbong pria, orang setempat mungkin akan merasa ini melanggar kebiasaan; sementara di banyak negara Barat dan Eropa, di pesawat jika kamu duduk di tempat lorong, orang di samping harus bangkit saat mereka keluar, jika hanya membelokkan badan agar orang lain bisa lewat, malah dianggap tidak sopan. Ada juga maskapai internasional yang tidak melakukan boarding berdasarkan siapa yang antre dulu, melainkan berdasarkan area tempat duduk, jadi meskipun kamu antre di depan, selama belum giliran area kamu, kamu harus menunggu di samping terlebih dahulu.


Di Amerika Serikat, biasanya memberi tip sekitar lima belas sampai dua puluh persen; tetapi di Jepang, memberi tip malah bisa membuat pelayan bingung. Di Jerman, terlambat beberapa menit dianggap sangat tidak profesional; sementara di beberapa negara Mediterania Selatan, seperti Spanyol, datang terlambat sedikit di acara sosial adalah hal yang sangat normal. Contohnya lagi di Inggris, antre hampir merupakan aturan “suci”, meskipun antrean sangat panjang, semua orang akan diam-diam menunggu sesuai urutan.
Seringkali orang mudah merasa bahwa kebiasaan orang lain “aneh” atau “merepotkan”, padahal sebenarnya hanya karena mereka terbiasa memahami dunia orang lain dengan budaya mereka sendiri. Kamu merasa ini efisien, orang lain mungkin merasa ini mengganggu; kamu merasa ini fleksibel, orang lain mungkin merasa ini tidak sopan. Jadi perlahan-lahan akan menyadari bahwa makna perjalanan sebenarnya bukan hanya melihat pemandangan, tetapi terus bertemu dengan perbedaan-perbedaan ini. Setelah cukup banyak mengenal aturan, kebiasaan, dan gaya hidup yang berbeda, orang akan perlahan menyadari bahwa sebenarnya tidak banyak hal yang “wajar” di dunia ini, dan tidak ada satu cara hidup yang benar-benar mutlak. Mungkin makna terbesar dari perjalanan adalah membuat orang perlahan-lahan mengikis rasa sombong bahwa “hanya saya yang benar”.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan