Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Larry Ellison yang berusia 81 tahun: bagaimana seorang programmer pemberontak menjadi arsitek dari kerajaan TI global
Pada September 2025, dunia menyaksikan Larry Ellison, pendiri Oracle Corporation, menggulingkan posisi kekayaan yang telah lama dipegang Elon Musk. Dalam satu hari, kekayaan Ellison meningkat lebih dari 100 miliar dolar, mencapai angka 393 miliar dolar — tertinggi di antara manusia di planet ini. Perputaran tak terduga dalam hierarki kekayaan dunia ini tidak hanya tentang kesuksesan bisnis, tetapi juga mencerminkan filosofi hidup unik dari seorang pengusaha berusia 81 tahun yang selama empat dekade mengubah paradigma teknologi digital.
Kisah Larry Ellison adalah cerita tentang bagaimana seseorang bisa keluar dari nihilisme mendalam dan menjadi kekuatan penggerak industri bernilai miliaran dolar. Mari kita telusuri perjalanan yang membawanya dari masa kecil yang terlantar hingga memimpin salah satu perusahaan terbesar di zaman modern.
Dari Yatim Piatu hingga Kesuksesan Pertama: Bagaimana Ellison Menemukan Panggilannya
Larry Ellison lahir tahun 1944 di Bronx, New York, dari keluarga yang sejak awal sudah tidak stabil. Ibunya, seorang wanita muda berusia 19 tahun yang belum menikah, hanya mampu menitipkan anaknya kepada saudara perempuannya di Chicago. Masa kecilnya yang penuh kesederhanaan dan perasaan terabaikan membentuk ambisi-ambisinya di kemudian hari. Ia dibesarkan oleh orang tua angkat yang bekerja sebagai pegawai negeri, yang memberi kebutuhan dasar, bukan kenyamanan.
Periode universitas menjadi usaha biasa untuk memenuhi harapan sosial. Ellison masuk Universitas Illinois, tetapi konflik internal dan kematian ibu angkatnya memaksanya berhenti kuliah. Ia kemudian mencoba di Universitas Chicago, tetapi hanya bertahan satu semester. Pada saat itu, usia 20 tahun, Ellison menyadari bahwa sistem akademik bukan untuknya.
Sebaliknya, ia pergi ke Berkeley, California — pusat budaya kontra dan inovasi teknologi. Di sana, ia mendengar tentang peluang yang ditawarkan pemrograman. Pekerjaan di Ampex Corporation pada awal 1970-an menjadi titik balik. Perusahaan ini mengembangkan sistem penyimpanan dan pengolahan data. Ellison terlibat dalam proyek penting — pembuatan sistem basis data untuk intelijen Amerika (CIA). Kontrak ini memberinya pemahaman tentang potensi besar penerapan komersial teknologi pengelolaan data.
Lahirnya Oracle: Bagaimana Buntut Usia 32 Tahun Menguasai Dunia Basis Data
Tahun 1977, Larry Ellison bersama dua rekannya — Bob Miner dan Ed Oates — mendirikan Software Development Laboratories (SDL) dengan modal awal hanya 2000 dolar (Ellison menyumbang 1200 dolar). Berdasarkan pengalaman bekerja dengan CIA dan model data relasional modern, mereka menciptakan sistem komersial universal — Oracle. Saat itu, ini adalah ide revolusioner: basis data pertama yang dapat diskalakan untuk kebutuhan bisnis besar.
Berbeda dengan peneliti akademik yang mengembangkan teori basis data, Ellison memiliki kemampuan unik untuk meramalkan nilai komersial teknologi ini. Ia tidak menciptakan basis data, tetapi percaya pertama kali pada potensi bisnisnya dan bersedia menaruh seluruhnya. Momen psikologis ini menentukan perkembangan selanjutnya.
Perusahaan berkembang pesat. Pada 1986, Oracle go public di Nasdaq dan menjadi bintang di pasar perangkat lunak korporat. Ellison memiliki kepribadian pemberontak dan ambisius — ia memegang hampir semua posisi eksekutif. Dari 1978 hingga 1996, ia menjabat sebagai presiden; dari 1990 hingga 1992, sebagai ketua dewan. Ia juga pernah mengalami insiden dekat kematian saat berselancar pada 1992, tetapi kejadian itu tidak mengurangi kecepatan hidupnya. Ia kembali ke perusahaan pada 1995 dan memimpin selama sepuluh tahun lagi.
Melalui Badai Cloud Computing: Bagaimana Oracle Bertahan di Tengah Raksasa
Lebih dari empat puluh tahun, Ellison menyaksikan naik turunnya perusahaannya. Pada awal era cloud computing di 2000-an, tampaknya Oracle tertinggal dari pemain baru seperti Amazon AWS dan Microsoft Azure. Kritikus meramalkan kemunduran penyedia basis data tradisional. Namun, Ellison memiliki sesuatu yang tidak dimiliki banyak orang: kedalaman pemahaman kebutuhan korporat dan insting pengusaha yang peka terhadap apa yang benar-benar dibutuhkan pasar.
Kali ini, Oracle tidak kalah — malah mengubah aturan permainan. Perusahaan tetap menjadi penyedia utama bagi perusahaan terbesar yang masih membutuhkan solusi andal dan skalabel untuk pengelolaan data kritis. Pada 2014, Ellison menyerahkan posisi CEO kepada kolega muda, tetapi tetap menjadi eksekutif utama dan CTO — ia tidak meninggalkan perusahaan, melainkan mengubah posisi pengamatannya terhadap evolusinya.
AI sebagai Putaran Kedua: Bagaimana Teknologi 81 Tahun Mengembalikan Oracle ke Puncak
Musim gugur 2025 membawa perubahan yang diharapkan. Oracle mengumumkan kontrak senilai ratusan miliar dolar per kuartal, termasuk kesepakatan lima tahun dengan OpenAI senilai sekitar 300 miliar dolar. Dalam satu hari perdagangan, saham perusahaan melonjak 40% — kenaikan harian terbesar sejak 1992. Ini adalah momen keadilan bagi pendiri berusia 81 tahun.
Alasannya sederhana: dunia sangat membutuhkan infrastruktur AI. Pada 2025, Oracle menginvestasikan miliaran dolar di pusat data dan peralatan, mempersiapkan diri untuk kompetisi ini. Bersamaan dengan itu, perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja beberapa ribu karyawan, terutama dari divisi tradisional, mengalihkan sumber daya ke bidang baru. Oracle, yang dulu dikritik sebagai perusahaan usang, kini menjadi salah satu penyedia utama infrastruktur AI. Seperti taktik khasnya, Larry Ellison memperhitungkan bukan apa yang terjadi kemarin, tetapi apa yang akan dibutuhkan besok.
Filosofi Bertahan: Bagaimana Disiplin Diri dan Ketekunan Menentukan Nasib Miliarder
Berbeda dari banyak miliarder teknologi lainnya, Larry Ellison hidup penuh paradoks. Ia memiliki 98% pulau Lana’i di Hawaii, beberapa rumah mewah di California, dan salah satu kapal pesiar pribadi terbesar di dunia. Namun, kemewahan ini dipadukan dengan disiplin diri yang ketat. Menurut mantan manajernya, pada 1990-2000-an, Ellison berolahraga beberapa jam setiap hari. Pola makannya hanya air dan teh hijau, tanpa minuman manis. Gaya hidup ini membuatnya tampak jauh lebih muda dua puluh tahun dari usianya yang sebenarnya.
Olahraga bagi dia bukan sekadar hiburan, tetapi filosofi hidup. Pada 2013, Oracle Team USA-nya melakukan comeback luar biasa dan memenangkan America’s Cup dalam olahraga layar. Ia juga mendirikan SailGP, liga layar berkecepatan tinggi, menarik investor terkenal. Tennis adalah gairah lain; ia menghidupkan kembali turnamen terkenal di Indian Wells, yang disebut “turnamen Grand Slam kelima”. Untuknya, olahraga adalah cara menjaga keseimbangan antara aktivitas otak yang intens dan kebugaran fisik.
Dalam kehidupan pribadi, Ellison pernah menikah empat kali — topik yang sering menarik perhatian publik. Pada 2024, ia menikahi Jolin Zhu, wanita Tiongkok yang 47 tahun lebih muda darinya. Berita ini memicu kehebohan besar. Pengguna media sosial bercanda bahwa Ellison mencintai seperti ia berselancar — dengan semangat dan tanpa rasa takut.
Kekaisaran di Lautan: Bagaimana Keluarga Ellison Memperluas Kekuasaan
Kekayaan Larry Ellison jauh melampaui kebahagiaan pribadi. Putranya, David Ellison, membeli Paramount Global — induk CBS dan MTV — seharga 8 miliar dolar, dengan 6 miliar didukung keluarga. Langkah ini membawa mereka ke industri Hollywood. Ayah menguasai teknologi Silicon Valley, anak mengendalikan media — bersama mereka membangun kekuatan yang semakin besar.
Di arena politik, Ellison juga aktif. Ia lama mendukung Partai Republik dan menjadi pendukung finansial kampanye politik. Pada 2015, ia mendanai ambisi presiden Marco Rubio; pada 2022, menyumbang 15 juta dolar ke super PAC senator Tim Scott. Baru-baru ini, bersama Masayoshi Son (CEO SoftBank) dan Sam Altman (CEO OpenAI), ia mengumumkan proyek bersama membangun jaringan pusat data AI senilai 500 miliar dolar — bukan sekadar bisnis, tetapi perluasan pengaruh ke era baru.
Kebajikan sebagai Pilihan: Bagaimana Miliarder Berencana Menggunakan Kekayaannya
Pada 2010, Larry Ellison menandatangani “The Giving Pledge”, berjanji menyumbangkan minimal 95% kekayaannya. Berbeda dari Bill Gates atau Warren Buffett, ia tidak mengejar inisiatif kolektif. Dalam wawancara dengan The New York Times, ia menegaskan: “Saya menghargai kesendirian dan tidak ingin ide-ide saya dipengaruhi pandangan orang lain.” Filantropinya bersifat pribadi dan tegas.
Pada 2016, ia menyumbang 200 juta dolar ke University of Southern California untuk riset kanker. Baru-baru ini, ia mengumumkan Ellison Institute of Technology, proyek bersama Oxford University yang fokus pada riset kedokteran, nutrisi, dan perubahan iklim. Dalam pesannya, ia menulis: “Kita perlu mengembangkan generasi obat baru, menciptakan sistem pertanian murah, dan mengembangkan energi bersih yang efisien.” Filantropi Ellison bukan sekadar kebajikan untuk ketenangan hati, tetapi bagian dari visi membentuk masa depan sesuai pandangannya.
Legenda yang Belum Usai: Bagaimana Larry Ellison Usia 81 Tahun Membuktikan Bahwa Titi-Titi Lama Masih Hidup
Larry Ellison akhirnya mencapai puncak kekayaan dunia di usia 81 tahun. Perjalanannya dimulai dari kontrak dengan CIA, berlanjut ke penciptaan basis data global, dan membawanya ke posisi kunci di dunia kecerdasan buatan. Ia tidak menciptakan teknologi — ia meramalkan nilainya dan cukup keras kepala untuk menaruh seluruhnya.
Kekayaan, kekuasaan, olahraga, petualangan, dan filantropi — hidupnya tak pernah tenang atau bisa diprediksi. Ia tetap seperti dulu: pemberontak Silicon Valley yang berani melangkah maju saat orang lain ragu. Tekanan dari salah satu orang terkaya di dunia mungkin akan berubah lagi — peringkat ini selalu berubah. Tetapi Larry Ellison telah membuktikan: di era di mana kecerdasan buatan menulis ulang aturan permainan, para titan teknologi lama belum berakhir. Mereka hanya menunggu panggung mereka kembali di panggung dunia.