Kami melakukan survei terhadap lebih dari 3.000 responden tentang distrik belanja yang paling diidamkan di negara ini. Survei mengungkapkan apa yang dihargai orang.
Beberapa kota memenangkan hati dengan toko mewah, yang lain dengan pembuat independen, dan yang lain—yang cukup sering—dengan toko buku yang benar-benar bagus.
Ini bukan hanya daftar tempat orang suka berbelanja; ini adalah peta apa yang dirindukan, iri, dan diam-diam mereka harapkan dekat dari rumah.
Peringkat Ritel
Peta di bawah menunjukkan distrik belanja yang paling diidamkan di seluruh Amerika.
Metodologi: Studi ini didasarkan pada survei terhadap 3.026 responden yang dilakukan di seluruh Amerika. Peserta diminta mengidentifikasi distrik belanja di setiap negara bagian yang mereka anggap paling diidamkan—tempat yang paling mereka inginkan akses rutin untuk kebutuhan belanja mereka, baik untuk butik independen, toko khusus, maupun suasana secara keseluruhan. Survei dilakukan secara daring menggunakan panel yang mewakili nasional dan seimbang berdasarkan usia, jenis kelamin, pendapatan rumah tangga, dan wilayah geografis untuk mencerminkan populasi dewasa AS. Hasilnya diberi bobot jika diperlukan agar sesuai dengan tolok ukur populasi nasional, memastikan gambaran luas dan representatif tentang sentimen konsumen di semua 50 negara bagian. Februari 2026.
Salin kode di bawah ini dan tempelkan ke dalam badan HTML halaman web Anda.
Dibuat oleh •
× Tutup
Temuan Utama
California adalah negara bagian ritel yang paling diidamkan di negara ini.
Total empat distrik California masuk dalam 10 besar saja (Carmel-by-the-Sea, Abbot Kinney, Rodeo Drive, State Street). Daya tariknya berkisar dari kemewahan (Beverly Hills) hingga budaya pembuat yang unik (Venice) hingga enclave yang berorientasi seni (Carmel Arts & Design, Hayes Valley). Responden menunjukkan bahwa gaya belanja California yang dapat berjalan kaki, kreatif, dan sedikit dreamy jelas menyebar ke seluruh negeri.
New York memiliki dua kepribadian—dan Amerika mengidamkan keduanya.
New York muncul dalam dua bentuk yang berbeda:
Ikon global: SoHo dan Fifth Avenue (keduanya masuk lima besar).
Favorit lingkungan: Bedford Ave di Williamsburg, Saratoga Springs, Armory Square di Syracuse, pesona kota perguruan tinggi Chapel Hill, dan lainnya.
Pembagian ini menunjukkan bahwa orang Amerika mengagumi kuil belanja besar dan glamor di New York—tapi juga mengidamkan versi kecil, “tempat tinggal” dari New York yang dibanggakan oleh penduduk lokal.
Entrian terkuat dari Selatan sangat bergantung pada pesona, bukan kemewahan.
Tennessee saja menempatkan tiga distrik di bagian atas (12 South, Germantown, Downtown Franklin), semuanya menampilkan butik indie dan retailer lokal yang sangat khas.
Carolina mengikuti pola yang sama: Greenville, Charleston, Beaufort, Wilmington, dan Chapel Hill semuanya menempati peringkat dengan toko buku kecil dan toko lokal yang sudah lama berdiri.
Iri hati terhadap ritel di Selatan lebih banyak tentang komunitas dan jalan belanja yang berkarakter daripada merek besar.
Kota perguruan tinggi tampil menonjol.
Ann Arbor, Chapel Hill, Burlington, Hanover, Princeton, dan Providence—semuanya muncul dengan toko buku indie yang disukai atau pembuat niche.
Ini bukan kota besar, tetapi distrik mereka berada di tingkat yang sama dengan kota metropolitan utama.
Ini menunjukkan bahwa jalan kaki + budaya + toko buku lebih menarik daripada sekadar ukuran atau daya beli.
Distrik belanja di Hawaii menonjol secara tidak biasa—dan bukan hanya karena turis.
Dua distrik Hawaii masuk dalam tingkat atas (Kalākaua Avenue dan Haleiwa Town), keduanya memadukan ritel dengan pertunjukan budaya, budaya selancar, dan pembuat lokal.
Pola ini menunjukkan bahwa orang iri terhadap pengalaman berbelanja yang terasa seperti momen budaya, bukan sekadar tempat membeli hadiah.
Texas menunjukkan identitas yang sangat spesifik: fokus pada pembuat, bukan pusat perbelanjaan.
Pearl District di San Antonio, South Congress di Austin, Bishop Arts di Dallas, dan The Woodlands semuanya muncul, tetapi bukan koridor mal tradisional.
Sebaliknya, daya tariknya adalah kreativitas, penggunaan kembali, dan penemuan di tingkat jalanan. Distrik di Texas menempati peringkat baik ketika terasa dibuat dengan tangan, bukan korporat.
Colorado dan Oregon membentuk koridor “ritel luar ruangan”.
Pearl Street Mall (Boulder), Larimer Square dan Cherry Creek (Denver), Powell’s dan Hawthorne District (Portland), serta Whitefish dan Bozeman di utara semuanya menunjukkan pola:
Perlengkapan luar ruangan independen
Pengrajin
Budaya kopi yang kuat
Toko buku
Kota pegunungan barat memiliki “karakter per kapita” terkuat.
Jackson, Stowe, Whitefish, Bozeman, Ketchum, Moab—semuanya kecil, semuanya berkesan.
Daya tarik mereka tampaknya berasal dari kombinasi pariwisata + toko pengrajin + pemandangan dramatis, yang membuat bahkan jalan utama kecil terasa seperti acara.
Pemikiran Akhir
Ketika kami menganalisis semua 194 distrik yang diidamkan, muncul pola yang jelas: orang Amerika tidak iri terhadap tempat terbesar atau termewah—mereka iri terhadap yang paling khas.
Tempat dengan cerita. Tempat di mana Anda berjalan-jalan, bukan hanya berbelanja. Tempat dengan toko buku yang bagus, kedai kopi yang disukai, pasar pembuat, atau jalan yang terasa seperti tidak ada duanya. Kemewahan tetap punya tempatnya, tetapi identitas yang menang.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Distrik Belanja Paling Diidamkan di Amerika Serikat pada 2026
Kami melakukan survei terhadap lebih dari 3.000 responden tentang distrik belanja yang paling diidamkan di negara ini. Survei mengungkapkan apa yang dihargai orang.
Beberapa kota memenangkan hati dengan toko mewah, yang lain dengan pembuat independen, dan yang lain—yang cukup sering—dengan toko buku yang benar-benar bagus.
Ini bukan hanya daftar tempat orang suka berbelanja; ini adalah peta apa yang dirindukan, iri, dan diam-diam mereka harapkan dekat dari rumah.
Peringkat Ritel
Peta di bawah menunjukkan distrik belanja yang paling diidamkan di seluruh Amerika.
ALAKAZCOFLGAINKSMEMAMNNJNCNDOKPASDTXWYCTMOWVILNMARCADEHIIAKYMDMIMSMTNHNYOHORTNUTVAWAWINESCIDNVVTLARI
Metodologi: Studi ini didasarkan pada survei terhadap 3.026 responden yang dilakukan di seluruh Amerika. Peserta diminta mengidentifikasi distrik belanja di setiap negara bagian yang mereka anggap paling diidamkan—tempat yang paling mereka inginkan akses rutin untuk kebutuhan belanja mereka, baik untuk butik independen, toko khusus, maupun suasana secara keseluruhan. Survei dilakukan secara daring menggunakan panel yang mewakili nasional dan seimbang berdasarkan usia, jenis kelamin, pendapatan rumah tangga, dan wilayah geografis untuk mencerminkan populasi dewasa AS. Hasilnya diberi bobot jika diperlukan agar sesuai dengan tolok ukur populasi nasional, memastikan gambaran luas dan representatif tentang sentimen konsumen di semua 50 negara bagian. Februari 2026.
BagikanSisipkan
Bagikan ini di situs web atau blog Anda
×
FacebookTwitterWhatsAppLinkedInMessengerTelegramSnapchatWeChatEmail
× Tutup
Sisipkan ini di situs web atau blog Anda
×
Salin kode di bawah ini dan tempelkan ke dalam badan HTML halaman web Anda.
Dibuat oleh •
× Tutup
Temuan Utama
California adalah negara bagian ritel yang paling diidamkan di negara ini.
Total empat distrik California masuk dalam 10 besar saja (Carmel-by-the-Sea, Abbot Kinney, Rodeo Drive, State Street). Daya tariknya berkisar dari kemewahan (Beverly Hills) hingga budaya pembuat yang unik (Venice) hingga enclave yang berorientasi seni (Carmel Arts & Design, Hayes Valley). Responden menunjukkan bahwa gaya belanja California yang dapat berjalan kaki, kreatif, dan sedikit dreamy jelas menyebar ke seluruh negeri.
New York memiliki dua kepribadian—dan Amerika mengidamkan keduanya.
New York muncul dalam dua bentuk yang berbeda:
Pembagian ini menunjukkan bahwa orang Amerika mengagumi kuil belanja besar dan glamor di New York—tapi juga mengidamkan versi kecil, “tempat tinggal” dari New York yang dibanggakan oleh penduduk lokal.
Entrian terkuat dari Selatan sangat bergantung pada pesona, bukan kemewahan.
Tennessee saja menempatkan tiga distrik di bagian atas (12 South, Germantown, Downtown Franklin), semuanya menampilkan butik indie dan retailer lokal yang sangat khas.
Carolina mengikuti pola yang sama: Greenville, Charleston, Beaufort, Wilmington, dan Chapel Hill semuanya menempati peringkat dengan toko buku kecil dan toko lokal yang sudah lama berdiri.
Iri hati terhadap ritel di Selatan lebih banyak tentang komunitas dan jalan belanja yang berkarakter daripada merek besar.
Kota perguruan tinggi tampil menonjol.
Ann Arbor, Chapel Hill, Burlington, Hanover, Princeton, dan Providence—semuanya muncul dengan toko buku indie yang disukai atau pembuat niche.
Ini bukan kota besar, tetapi distrik mereka berada di tingkat yang sama dengan kota metropolitan utama.
Ini menunjukkan bahwa jalan kaki + budaya + toko buku lebih menarik daripada sekadar ukuran atau daya beli.
Distrik belanja di Hawaii menonjol secara tidak biasa—dan bukan hanya karena turis.
Dua distrik Hawaii masuk dalam tingkat atas (Kalākaua Avenue dan Haleiwa Town), keduanya memadukan ritel dengan pertunjukan budaya, budaya selancar, dan pembuat lokal.
Pola ini menunjukkan bahwa orang iri terhadap pengalaman berbelanja yang terasa seperti momen budaya, bukan sekadar tempat membeli hadiah.
Texas menunjukkan identitas yang sangat spesifik: fokus pada pembuat, bukan pusat perbelanjaan.
Pearl District di San Antonio, South Congress di Austin, Bishop Arts di Dallas, dan The Woodlands semuanya muncul, tetapi bukan koridor mal tradisional.
Sebaliknya, daya tariknya adalah kreativitas, penggunaan kembali, dan penemuan di tingkat jalanan. Distrik di Texas menempati peringkat baik ketika terasa dibuat dengan tangan, bukan korporat.
Colorado dan Oregon membentuk koridor “ritel luar ruangan”.
Pearl Street Mall (Boulder), Larimer Square dan Cherry Creek (Denver), Powell’s dan Hawthorne District (Portland), serta Whitefish dan Bozeman di utara semuanya menunjukkan pola:
Kota pegunungan barat memiliki “karakter per kapita” terkuat.
Jackson, Stowe, Whitefish, Bozeman, Ketchum, Moab—semuanya kecil, semuanya berkesan.
Daya tarik mereka tampaknya berasal dari kombinasi pariwisata + toko pengrajin + pemandangan dramatis, yang membuat bahkan jalan utama kecil terasa seperti acara.
Pemikiran Akhir
Ketika kami menganalisis semua 194 distrik yang diidamkan, muncul pola yang jelas: orang Amerika tidak iri terhadap tempat terbesar atau termewah—mereka iri terhadap yang paling khas.
Tempat dengan cerita. Tempat di mana Anda berjalan-jalan, bukan hanya berbelanja. Tempat dengan toko buku yang bagus, kedai kopi yang disukai, pasar pembuat, atau jalan yang terasa seperti tidak ada duanya. Kemewahan tetap punya tempatnya, tetapi identitas yang menang.