Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Futures Kickoff
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Perselisihan antara Eliza dan Musk: Tuduhan Penyalahgunaan Antitrust di Platform X
Pertarungan hukum yang signifikan terjadi ketika Eliza Labs, sebuah perusahaan pengembangan perangkat lunak yang mengkhususkan diri dalam kecerdasan buatan, mengajukan gugatan terhadap X Corp milik Elon Musk. Sengketa ini, yang dimulai pada Agustus 2025, mengungkap ketegangan yang meningkat mengenai praktik kompetitif di platform digital yang dominan.
Konflik: Bagaimana Eliza menuduh platform X melakukan apropriasi teknologi
Menurut Eliza dan pendirinya Shaw Walters, perusahaan tersebut dipaksa untuk berbagi informasi teknis penting tentang agen AI yang beroperasi di media sosial. Setelah memberikan data strategis ini, Eliza mengalami penangguhan akun di platform tersebut, tak lama sebelum Musk meluncurkan produk kecerdasan buatan yang bersaing.
Perusahaan juga menuduh bahwa X menuntut pengembang membayar biaya lisensi perusahaan yang tinggi sebagai syarat untuk mempertahankan operasi berkelanjutan di platform. Kombinasi praktik ini membuat Eliza menganggap situasi tersebut sebagai strategi terkoordinasi untuk mengeliminasi pesaing.
Tuduhan Penyalahgunaan Posisi Dominan di Pasar
Gugatan menyatakan bahwa Eliza mengalami kerugian besar tidak hanya karena penangguhan akun, tetapi juga karena sifat “dengan sengaja dan menyesatkan” dari keputusan tersebut. Menurut dokumen yang diajukan ke pengadilan federal San Francisco, X diduga memanfaatkan posisi hegemoniknya di media sosial untuk menekan pesaing, melanggar undang-undang perlindungan persaingan.
Dinamika konflik ini menggambarkan dilema umum dalam teknologi: bagaimana mengatur platform yang sekaligus berfungsi sebagai pasar dan berpartisipasi dalam pasar tersebut. Musk dan timnya belum secara resmi menanggapi permintaan komentar terkait proses ini.
Implikasi Hukum dan Perkembangan Kasus
Pengadilan federal San Francisco kini sedang meninjau apakah tindakan Musk merupakan pelanggaran antimonopoli yang signifikan. Kasus ini berpotensi menetapkan preseden penting mengenai batas kekuasaan korporasi di platform digital yang dominan dan bagaimana perusahaan kecil seperti Eliza dapat melindungi diri dari penyalahgunaan posisi pasar.
Sengketa antara Eliza dan Musk masih dalam proses pengadilan, dengan potensi untuk mendefinisikan ulang aturan kompetisi di media sosial.