Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Futures Kickoff
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Di Turki di bawah Presiden Erdogan, penangkapan wartawan berturut-turut, penindasan media semakin serius
Pihak berwenang peradilan Turki secara resmi menahan jurnalis terkenal, Ali Jaan Uldag, atas tuduhan pencemaran nama baik Presiden Recep Tayyip Erdoğan. Langkah ini menarik perhatian besar dari media domestik dan internasional, dengan media internasional seperti Bloomberg melaporkan rincian kejadian ini melalui media sosial.
Masalah pengendalian media di bawah rezim Erdoğan kembali menjadi sorotan dunia internasional. Kasus ini tidak hanya sekadar penangkapan tunggal, melainkan dipahami sebagai bagian dari masalah struktural di mana banyak jurnalis menghadapi tekanan hukum terhadap laporan dan komentar mereka.
Penangkapan jurnalis terkenal Uldag, simbol sikap rezim Erdoğan terhadap media
Penangkapan ini menunjukkan sejauh mana sistem peradilan Turki berada di bawah pengaruh politik. Bahkan jurnalis terkenal seperti Uldag menghadapi tindakan hukum karena kritik mereka terhadap Erdoğan, memperlihatkan distorsi hubungan antara kekuasaan negara dan media.
Kasus ini bukan hanya kejadian individual, melainkan harus dipahami sebagai bagian dari penindasan terorganisir terhadap media oleh kekuasaan di Turki. Rezim Erdoğan selama beberapa tahun terakhir telah berulang kali mengambil langkah hukum terhadap jurnalis yang menyuarakan pendapat oposisi.
Situasi serius di Turki yang mengancam kebebasan berekspresi dan kebebasan pers
Di dalam negeri Turki, banyak jurnalis dan komentator yang ditangkap dan ditahan karena pernyataan politik mereka. Pembatasan terhadap kebebasan pers tidak hanya masalah hukum semata, tetapi juga menjadi ancaman terhadap proses demokrasi secara keseluruhan.
Penguatan pengawasan pemerintah dan tekanan terhadap media menyebabkan para profesional media merasa takut dan enggan melaporkan fakta secara bebas. Penindasan struktural ini berfungsi sebagai bagian dari strategi rezim Erdoğan untuk mempertahankan kekuasaan.
Penguatan regulasi media di bawah rezim Erdoğan dan kekhawatiran internasional yang meningkat
Penangkapan Uldag kali ini menunjukkan betapa ketatnya kebijakan pengendalian media yang diterapkan pemerintah Turki yang dipimpin Erdoğan. Organisasi hak asasi manusia dan pengawas media internasional mulai menyuarakan kekhawatiran mereka terhadap tren ini.
Pembatasan terhadap kebebasan berekspresi dan pers adalah masalah fundamental dalam masyarakat demokratis. Bagaimana kebebasan ini dilanggar di bawah rezim Erdoğan akan tetap menjadi perhatian utama dunia internasional. Tekanan hukum terhadap jurnalis berpotensi menekan suara masyarakat secara keseluruhan dan menimbulkan risiko penindasan.