Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Futures Kickoff
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Menangkap dua tersangka asing kelahiran 1998 yang melakukan penipuan USDT di Bắc Ninh, menguasai lebih dari 200 juta đồng
Polisi Provinsi Bắc Ninh baru saja mengumumkan pencarian korban terkait penipuan melalui USDT. Sebelumnya, Kepolisian Investigasi (PC01) Provinsi Bắc Ninh telah menahan dan menahan sementara dua warga Tiongkok dengan tuduhan penipuan dan penggelapan aset. Mereka telah melakukan banyak kasus pengambilan uang tunai dan perangkat elektronik berharga di wilayah tersebut.
Dua pemuda tahun 1998 merancang rencana canggih
Menurut dokumen penyelidikan, dua orang yang ditangkap adalah Bi Shuang dan Cui Feiyang, keduanya lahir tahun 1998 dan berkewarganegaraan Tiongkok. Kekurangan uang untuk kebutuhan, mereka sepakat menggunakan aplikasi WeChat untuk menghubungi orang yang membutuhkan transaksi aset bernilai besar. Dari situ, keduanya mulai merancang penipuan dengan metode yang hampir sama.
Teknik penipuan palsu melalui transaksi virtual
Metode operasional kedua pelaku cukup canggih. Mereka berpura-pura perlu menukar uang virtual USDT menjadi uang Vietnam atau membeli produk elektronik agar dekat dengan korban. Setelah setuju untuk bertemu, mereka memanfaatkan celah saat korban tidak memperhatikan, salah satu dari mereka akan berusaha meninggalkan lokasi sambil meninggalkan yang lain. Yang tersisa akan mengarahkan korban ke kedai makan atau tempat umum, lalu melarikan diri dengan uang atau barang yang dibawa.
Kasus pertama: Pengambilan 120 juta đồng
Pada 8 Januari 2026, kedua pelaku bertemu dengan seseorang bernama Liu Wei. Mereka berpura-pura perlu menukar uang virtual USDT ke uang Vietnam. Setelah menerima 120 juta đồng dari korban, Bi Shuang pergi terlebih dahulu dengan alasan harus mengurus urusan pribadi. Sedangkan Cui Feiyang membawa korban ke kedai Cảnh đêm hồ sen (No. 286 Jalan Hàn Thuyên, Phường Kinh Bắc). Saat makan, dia memanfaatkan kekeliruan korban, keluar dari pintu belakang, dan melarikan diri.
Kasus kedua: iPhone “hilang”
Pada 26 Januari 2026, mereka kembali menggunakan rencana lama. Kali ini, mereka bertemu dengan seseorang bernama Wang Chang Liang di sebuah kedai kopi untuk menjual 3 iPhone (termasuk 2 iPhone 17 Pro Max dan 1 iPhone 14 Pro Max) dengan total nilai sekitar 93 juta đồng. Setelah memegang ponsel untuk pemeriksaan, mereka kembali menggunakan trik lama: membawa korban ke kedai makan lalu berusaha melarikan diri lagi.
Hasil penyelidikan dan penanganan
Di kantor polisi, kedua tersangka mengakui seluruh tindakan kriminal mereka. Aset yang disita telah dijual ke toko ponsel, lalu keduanya membelanjakan hasilnya. Karena kasus ini melibatkan warga negara asing, Kantor UBND Provinsi Bắc Ninh telah mengirim surat resmi ke Kedutaan Besar Tiongkok di Vietnam untuk meminta kerjasama dalam memverifikasi identitas dan catatan kriminal tersangka.
Saat ini, PC01 Provinsi Bắc Ninh telah mengeluarkan keputusan penangkapan dan penahanan terhadap kedua tersangka untuk melanjutkan penyelidikan, serta mengimbau korban lain yang terkait dengan kelompok ini untuk menghubungi aparat kepolisian dan memberikan informasi.