Apakah pasar perak menuju skenario "ledakan harga" karena krisis kekurangan logam fisik?
Situasi saat ini di pasar logam mulia menunjukkan kemungkinan skenario "ledakan harga" yang akan datang akibat krisis stok fisik perak yang tajam di Bursa COMEX. Dan jatuh tempo bulan Maret 2026 menjadi "titik kritis" di mana pasar paper bisa kehilangan kendali atas harga.. Apa penyebabnya?
Inti Krisis: Transformasi drastis dari "kertas" ke "logam"
Secara historis, pasar perak bergantung pada penyelesaian secara paper, tetapi tahun 2025 menandai perubahan besar menuju kepemilikan fisik: Ledakan permintaan penyerahan: Berdasarkan data dari "CME Group" dan Bursa "COMEX", permintaan penyerahan fisik meningkat dua kali lipat pada 2025 menjadi 474,4 juta ons dibandingkan hanya 202,7 juta ons di 2024.
Defisit struktural yang berkelanjutan: Menurut laporan "World Silver Survey 2025" yang diterbitkan oleh The Silver Institute, pasar mencatat defisit selama lima tahun berturut-turut, dengan perkiraan defisit kumulatif sejak 2021 sekitar 796 juta ons, setara dengan seluruh produksi tambang global selama satu tahun.
Awal 2026: "Tanda-tanda peringatan"
Januari (Fase Proaktif): Menurut analisis dari "Seeking Alpha" dan data dari Bursa Chicago, bulan Januari 2026 menunjukkan permintaan luar biasa untuk penyerahan fisik sebesar 49,4 juta ons. Analis seperti "Bill Holter" (Bill Holter) mengaitkan hal ini dengan upaya investor untuk mengantisipasi kekurangan yang diperkirakan akan terjadi pada bulan Maret.
Februari (Indeks Risiko Sistemik): Berdasarkan laporan "Niat Penyerahan" (Intentions) yang dirilis oleh CME pada 5 Februari 2026, tingkat klaim penyerahan fisik meningkat ke level tertinggi mendekati 100% dari kontrak terbuka, dibandingkan dengan tingkat normal antara 5% hingga 20%, menunjukkan adanya "serangan" fisik terhadap stok.
"Bom" Maret 2026: Angka-angka yang Mengejutkan:
Bulan Maret 2026 menjadi puncak tekanan teknis terhadap sistem keuangan logam mulia:
Eksposur kontrak: Menurut laporan "Open Interest" dari Bursa COMEX, kontrak terbuka yang menuntut perak sekitar 429 juta ons. Pengurangan stok yang tersedia: Berdasarkan pembaruan harian dari gudang CME, stok yang siap diserahkan turun (Registered) sebesar 38%, menjadi sekitar 103 juta ons saja pada Februari 2026. Kesenjangan kapasitas operasional: Berdasarkan analisis dari "Investing." dan platform perdagangan logam, perkiraan kapasitas penyerahan langsung di gudang tidak lebih dari 15-20 juta ons, menciptakan jurang besar antara klaim hukum dan stok fisik nyata.
Intervensi regulasi dan dampak potensial
Sehubungan dengan krisis ini, laporan Bloomberg mengungkapkan adanya pelepasan besar oleh miliarder China "Bian Shiming" di Bursa Shanghai dengan pusat sekitar 450 ton (30 ribu kontrak ). Tekanan global ini dapat menyebabkan:
Force Majeure (Force Majeure (Keadaan Kahar)): Bursa terpaksa menghentikan perdagangan atau memberlakukan penyelesaian tunai paksa (Cash Settlements). Ledakan harga (Short Squeeze): Jika posisi short harus membeli di pasar terbuka untuk menutup posisi mereka, harga bisa melonjak ke level antara 100 hingga 150 dolar per ons dalam kondisi ekstrem.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
$USD1 $CUSD USDG $
Apakah pasar perak menuju skenario "ledakan harga" karena krisis kekurangan logam fisik?
Situasi saat ini di pasar logam mulia menunjukkan kemungkinan skenario "ledakan harga" yang akan datang akibat krisis stok fisik perak yang tajam di Bursa COMEX. Dan jatuh tempo bulan Maret 2026 menjadi "titik kritis" di mana pasar paper bisa kehilangan kendali atas harga.. Apa penyebabnya?
Inti Krisis: Transformasi drastis dari "kertas" ke "logam"
Secara historis, pasar perak bergantung pada penyelesaian secara paper, tetapi tahun 2025 menandai perubahan besar menuju kepemilikan fisik:
Ledakan permintaan penyerahan: Berdasarkan data dari "CME Group" dan Bursa "COMEX", permintaan penyerahan fisik meningkat dua kali lipat pada 2025 menjadi 474,4 juta ons dibandingkan hanya 202,7 juta ons di 2024.
Defisit struktural yang berkelanjutan: Menurut laporan "World Silver Survey 2025" yang diterbitkan oleh The Silver Institute, pasar mencatat defisit selama lima tahun berturut-turut, dengan perkiraan defisit kumulatif sejak 2021 sekitar 796 juta ons, setara dengan seluruh produksi tambang global selama satu tahun.
Awal 2026: "Tanda-tanda peringatan"
Januari (Fase Proaktif): Menurut analisis dari "Seeking Alpha" dan data dari Bursa Chicago, bulan Januari 2026 menunjukkan permintaan luar biasa untuk penyerahan fisik sebesar 49,4 juta ons. Analis seperti "Bill Holter" (Bill Holter) mengaitkan hal ini dengan upaya investor untuk mengantisipasi kekurangan yang diperkirakan akan terjadi pada bulan Maret.
Februari (Indeks Risiko Sistemik): Berdasarkan laporan "Niat Penyerahan" (Intentions) yang dirilis oleh CME pada 5 Februari 2026, tingkat klaim penyerahan fisik meningkat ke level tertinggi mendekati 100% dari kontrak terbuka, dibandingkan dengan tingkat normal antara 5% hingga 20%, menunjukkan adanya "serangan" fisik terhadap stok.
"Bom" Maret 2026: Angka-angka yang Mengejutkan:
Bulan Maret 2026 menjadi puncak tekanan teknis terhadap sistem keuangan logam mulia:
Eksposur kontrak: Menurut laporan "Open Interest" dari Bursa COMEX, kontrak terbuka yang menuntut perak sekitar 429 juta ons.
Pengurangan stok yang tersedia: Berdasarkan pembaruan harian dari gudang CME, stok yang siap diserahkan turun (Registered) sebesar 38%, menjadi sekitar 103 juta ons saja pada Februari 2026.
Kesenjangan kapasitas operasional: Berdasarkan analisis dari "Investing." dan platform perdagangan logam, perkiraan kapasitas penyerahan langsung di gudang tidak lebih dari 15-20 juta ons, menciptakan jurang besar antara klaim hukum dan stok fisik nyata.
Intervensi regulasi dan dampak potensial
Sehubungan dengan krisis ini, laporan Bloomberg mengungkapkan adanya pelepasan besar oleh miliarder China "Bian Shiming" di Bursa Shanghai dengan pusat sekitar 450 ton (30 ribu kontrak ). Tekanan global ini dapat menyebabkan:
Force Majeure (Force Majeure (Keadaan Kahar)): Bursa terpaksa menghentikan perdagangan atau memberlakukan penyelesaian tunai paksa (Cash Settlements).
Ledakan harga (Short Squeeze): Jika posisi short harus membeli di pasar terbuka untuk menutup posisi mereka, harga bisa melonjak ke level antara 100 hingga 150 dolar per ons dalam kondisi ekstrem.
()#BuyTheDipOrWaitNow? $USDC