Pada 3 Februari waktu setempat, Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) mengeluarkan pernyataan yang mengecam keras penahanan dan pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak Israel di perbatasan Rafah terhadap warga Palestina yang kembali ke tanah air. Pernyataan tersebut mengutip kesaksian di tempat yang menyatakan bahwa beberapa warga yang kembali mengalami perlakuan kasar dan pemerasan di tengah perjalanan, terutama terhadap wanita dan anak-anak. Hamas menyatakan bahwa tindakan tersebut telah melampaui batas pemeriksaan pelintas biasa, bertujuan menimbulkan ketakutan dan menghalangi warga kembali ke rumah mereka, yang merupakan bentuk “hukuman kolektif”. (CCTV News)
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Hamas: Pihak Israel melakukan perlakuan kasar dan pemerasan terhadap warga yang kembali di perbatasan Rafah
Pada 3 Februari waktu setempat, Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) mengeluarkan pernyataan yang mengecam keras penahanan dan pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak Israel di perbatasan Rafah terhadap warga Palestina yang kembali ke tanah air. Pernyataan tersebut mengutip kesaksian di tempat yang menyatakan bahwa beberapa warga yang kembali mengalami perlakuan kasar dan pemerasan di tengah perjalanan, terutama terhadap wanita dan anak-anak. Hamas menyatakan bahwa tindakan tersebut telah melampaui batas pemeriksaan pelintas biasa, bertujuan menimbulkan ketakutan dan menghalangi warga kembali ke rumah mereka, yang merupakan bentuk “hukuman kolektif”. (CCTV News)