Abraham Yusuff Dijatuhi hukuman penjara 14 tahun dalam skema pencurian identitas dan penipuan pajak senilai $110 juta

Kemenangan besar bagi penegak hukum federal baru-baru ini terjadi ketika Abraham Yusuff, arsitek dari operasi penipuan pengembalian pajak dengan identitas curian yang besar, dijatuhi hukuman empat belas tahun penjara. Jaringannya beroperasi antara tahun 2018 dan 2021, menipu Internal Revenue Service lebih dari $110 juta. Bersama Abraham Yusuff, rekan konspirator utamanya—Meghan Inyang dan Christopher Eduardo—menerima hukuman masing-masing tiga dan dua tahun atas peran mereka dalam kejahatan tersebut. Vonis ini menandai tonggak penting dalam menangani skema pencurian identitas yang canggih yang menargetkan wajib pajak yang rentan di seluruh negeri.

Otak di Balik Operasi Pencurian Identitas Multi-Tahun

Abraham Yusuff mengatur sebuah operasi kriminal yang rumit yang mengeksploitasi kerentanan mendasar dalam sistem pajak. Menurut dokumen pengadilan, Yusuff bekerja dengan jaringan yang mencakup Christian Mathurin dari Nashville, Tennessee; Dillon Anozie dari San Antonio; Babajide Ogunbanjo dari Austin, Texas; dan Aydin Mammadov dari Houston. Bersama-sama, mereka melancarkan serangan terkoordinasi terhadap informasi wajib pajak dan proses IRS.

Skema ini beroperasi dengan tingkat kecanggihan yang mengkhawatirkan. Abraham Yusuff memberi instruksi kepada anggota jaringannya untuk menyediakan alamat di mana mereka akan menyadap surat-menyurat IRS dan surat verifikasi identitas yang ditujukan untuk korban yang tidak curiga. Geng ini kemudian menyamar sebagai otoritas pajak, menghubungi korban untuk mendapatkan data pribadi dan keuangan. Dengan keberanian yang mengkhawatirkan, mereka menghubungi IRS secara langsung untuk mengubah catatan alamat wajib pajak dan mengalihkan informasi pajak sensitif—termasuk transkrip akun dan catatan upah—ke alamat email dan lokasi fisik yang mereka kendalikan.

Komunikasi antar kelompok berlangsung terutama melalui Telegram, di mana Abraham Yusuff mengkoordinasikan kegiatan dengan presisi, mengarahkan anggota untuk memfoto surat yang disadap sebelum menghancurkannya untuk menyembunyikan jejak aktivitas mereka. Dengan pendekatan terkoordinasi ini, jaringan tersebut mengajukan lebih dari 370 pengembalian pajak palsu secara elektronik dan mengarahkan pembayaran pengembalian ke kartu kredit dan sistem pembayaran yang didirikan dengan identitas korban yang telah dikompromikan.

Dampak Menghancurkan pada Korban dan Respon Hukum yang Cepat

Kegiatan kriminal ini menyebabkan kerusakan besar pada wajib pajak dan profesional keuangan yang tidak bersalah. Selama proses vonis, Departemen Kehakiman menyajikan pernyataan dampak korban yang kuat dari wajib pajak individu dan akuntan bersertifikat yang identitasnya telah dicuri oleh jaringan Abraham Yusuff. Pernyataan ini merinci kehancuran finansial, biaya pemulihan identitas, dan trauma emosional yang diakibatkan oleh penipuan tersebut.

Hakim Pengadilan Distrik AS Robert Pittman untuk Distrik Barat Texas memberikan hukuman tegas yang mencerminkan tingkat keparahan pelanggaran. Abraham Yusuff tidak hanya menerima hukuman penjara empat belas tahun tetapi juga tiga tahun masa pembebasan bersyarat setelah menyelesaikan hukuman. Yang paling penting, pengadilan memerintahkan dia untuk membayar restitusi dan penyitaan sebesar $30.370.365—denda finansial yang besar sebagai pengakuan atas skala kerugian yang dia atur. Co- terdakwa Christopher Eduardo diperintahkan membayar restitusi sebesar $2.823.377 kepada IRS, sementara Meghan Inyang menerima hukuman termasuk kewajiban restitusi sebesar $762.512.

Christopher J. Altemus Jr., Agen Khusus yang Memimpin Kantor Lapangan IRS-CI Dallas, menekankan beratnya kasus ini: “Mencuri identitas seseorang merupakan perilaku kriminal dengan tingkat keparahan tertinggi. Hukuman-hukuman baru-baru ini menunjukkan bahwa mengejar keuntungan finansial ilegal melalui penipuan membawa konsekuensi berat di bawah hukum federal.” Penuntutan yang berhasil ini menegaskan komitmen penegak hukum federal untuk melindungi wajib pajak Amerika dan menjaga integritas sistem pajak dari kejahatan terkoordinasi yang dipimpin oleh tokoh-tokoh seperti Abraham Yusuff.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)