Ketidakstabilan Politik Menghantam Harga Bitcoin dalam USD Turun Drastis Saat Pasar Menghadapi Banyak Tantangan

Harga bitcoin dalam USD mengalami tekanan penurunan yang signifikan baru-baru ini setelah gelombang ketidakpastian kebijakan dan likuidasi pasar secara luas. Perkembangan geopolitik utama, dikombinasikan dengan volatilitas makro, menciptakan badai sempurna yang mengejutkan trader dengan leverage. Cryptocurrency ini turun tajam selama sesi penjualan yang intens, dengan penutupan posisi paksa secara besar-besaran yang menyebar di seluruh pasar saat trader berusaha mengelola eksposur mereka.

Volatilitas ini berasal dari beberapa tekanan yang berlangsung bersamaan. Pengumuman kebijakan penting terkait hubungan perdagangan memicu reaksi pasar secara langsung, memicu apa yang ditunjukkan data pasar sebagai lebih dari $500 $500 juta dalam posisi long yang dilikuidasi dalam kerangka waktu yang terkonsentrasi. Gelombang penjualan ini menunjukkan betapa sensitifnya pasar crypto terhadap pergeseran kebijakan makro dan faktor risiko geopolitik. Struktur teknikal bitcoin terbukti rentan terhadap kejutan permintaan mendadak ini.

Ketidakpastian Kebijakan Perdagangan Mengubah Dinamika Harga Bitcoin

Harga bitcoin saat ini dalam USD mencerminkan kekhawatiran yang lebih luas tentang arah kebijakan perdagangan AS. Pengumuman Presiden Trump tentang tarif yang diusulkan terhadap delapan negara Eropa mulai 1 Februari — awalnya 10% dan meningkat menjadi 25% pada 1 Juni — menyuntikkan ketidakpastian yang signifikan ke dalam pasar keuangan global. Langkah-langkah ini, yang dibingkai sebagai upaya mengamankan Greenland, memicu respons keras dari negara-negara yang terkena dampak termasuk Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia.

Pemimpin Eropa mengeluarkan pernyataan bersama yang memperingatkan tentang “lingkaran penurunan yang berbahaya,” dengan Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen menyatakan bahwa Eropa “tidak akan diperas.” Dampak diplomatik ini meluas ke protes di jalanan di seluruh Kopenhagen dan Greenland, menandakan resistensi politik yang meluas terhadap tarif yang diusulkan. Ketegangan geopolitik ini secara langsung diterjemahkan ke dalam perilaku pasar yang menghindari risiko (risk-off).

Putusan Mahkamah Agung Menjadi Pemicu Utama Harga Bitcoin

Selain pengumuman tarif langsung, keputusan Mahkamah Agung AS bisa secara fundamental mengubah lanskap kebijakan. Pengadilan akan memutuskan apakah Trump memiliki kewenangan konstitusional untuk menggunakan kekuasaan darurat guna memberlakukan pembatasan perdagangan secara luas berdasarkan International Emergency Economic Powers Act (IEEPA). Putusan yang menentang administrasi bisa memaksa pengembalian dana lebih dari @E5@ $100 miliar dalam tarif yang sebelumnya dikumpulkan, dengan implikasi besar terhadap alokasi anggaran federal yang terkait dengan pertahanan dan infrastruktur.

Jika pengadilan mendukung kewenangan eksekutif untuk memberlakukan tarif melalui deklarasi darurat, bea yang ada tetap berlaku dan tarif Eropa baru dapat dilanjutkan sesuai rencana. Hasil yang bersifat biner ini menciptakan ketidakpastian akut yang harus dihargai oleh peserta pasar dalam valuasi aset, termasuk harga bitcoin dalam USD.

Harga Bitcoin Saat Ini dalam USD dan Jejak Pemulihan Pasar

Hingga data terbaru tersedia, Bitcoin telah stabil di kisaran $88.000-an USD setelah tekanan penjualan yang tajam. Cryptocurrency ini saat ini diperdagangkan sekitar $88.530 USD, mencerminkan penurunan selama 7 hari sekitar 4,5% dari puncak terbaru. Dalam 24 jam terakhir, harga bitcoin dalam USD sebenarnya mencatat kenaikan modest sekitar 1%, menunjukkan bahwa penjualan panik awal mulai menstabil.

Kapitalisasi pasar yang lebih luas saat ini sekitar $1,77 triliun USD, dengan volume perdagangan 24 jam mencapai sekitar $990 juta USD. Pasokan beredar bitcoin tetap sekitar 19,98 juta koin, dengan batas maksimum tetap di 21 juta. Emas juga mendapat manfaat dari sentimen risk-off, naik ke rekor tertinggi baru mendekati $4.670 selama periode yang sama.

Polanya pemulihan menunjukkan bahwa meskipun harga bitcoin dalam USD tetap tertekan oleh ketidakpastian makro, rangkaian likuidasi yang intens tampaknya telah mencapai puncaknya. Namun, keberlanjutan stabilisasi ini sangat bergantung pada apakah kejelasan kebijakan muncul dari Washington, dan apakah keputusan Mahkamah Agung yang akan datang memberikan arahan ke pasar yang saat ini terjebak di antara skenario kebijakan yang bersaing.

BTC3,44%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan