Pendaratan Selat Hormuz Iran Terungkap: Trump Peringatkan Kemungkinan Serangan Militer yang "Belum Pernah Terjadi"
11 Maret 2026, jalur kehidupan energi terpenting di dunia—Selat Hormuz—kembali berada di ambang krisis. Menurut sumber yang akrab dengan laporan intelijen AS yang dikutip media, Pasukan Revolusi Islam Iran telah mulai menanam ranjau di jalur air tersebut. Meskipun skala penanaman ranjau saat ini terbatas, langkah ini dipandang sebagai langkah kunci Teheran dalam memberlakukan blokade nyata terhadap arteri energi global di tengah latar belakang operasi militer gabungan AS dan Israel. Sebagai tanggapan, Presiden AS Donald Trump mengeluarkan peringatan keras, menuntut Iran segera membersihkan ranjau tersebut, jika tidak, mereka akan menghadapi “konsekuensi militer yang belum pernah terjadi sebelumnya.”
Selat Hormuz menanggung sekitar seperlima dari ekspor minyak laut dunia, dan setiap gangguan yang berkepanjangan akan berdampak mendalam terhadap inflasi global, kebijakan moneter, serta penetapan harga aset risiko. Artikel ini akan memulai dari peristiwa itu sendiri, menyusun garis waktu dan struktur data, menganalisis opini berbagai pihak, dan memproyeksikan berbagai jalur evolusi situasi termasuk pasar kripto.
Selat Hormuz menanggung sekitar seperlima dari ekspor minyak laut dunia, dan setiap gangguan yang berkepanjangan akan berdampak mendalam terhadap inflasi global, kebijakan moneter, serta penetapan harga aset risiko. Artikel ini akan memulai dari peristiwa itu sendiri, menyusun garis waktu dan struktur data, menganalisis opini berbagai pihak, dan memproyeksikan berbagai jalur evolusi situasi termasuk pasar kripto.
























