Pasar global sedang gempar: BTC menekan di sekitar 90.000 dolar, emas melonjak menuju 5.000, sementara SET jatuh akibat dampak DELTA

Empat Poin Penting Keuangan yang Mempengaruhi Pasar Hari Ini

1. Pasar menantikan data pekerjaan AS di tengah pengelolaan inflasi

Situasi ekonomi AS tetap menunjukkan kekuatan, dengan pasar memantau secara ketat pengumuman data non-farm payroll (Non-Farm Payroll: NFP) hari ini. Mayoritas analis memperkirakan angka pekerjaan akan sekitar 55.000 posisi.

Jika angka tersebut sesuai prediksi, akan mengonfirmasi situasi “Soft Landing” dari ekonomi AS — yaitu perlambatan yang lembut tanpa menyebabkan resesi. Selain itu, pergantian ketua Fed yang baru, dengan Kevin Hassett sebagai kandidat utama, berpotensi mendorong kebijakan penurunan suku bunga yang lebih agresif di paruh kedua tahun, meningkatkan peluang aset berisiko di seluruh dunia.

2. Bitcoin menunggu di level psikologis 90.000 dolar, tetap optimis jangka panjang

Pasar kripto memasuki fase koreksi, dengan harga Bitcoin menguji level psikologis penting di sekitar 90.000 - 91.500 dolar. Harga BTC saat ini berada di 96.65K, naik 1.77% dalam 24 jam terakhir.

Namun demikian, institusi keuangan terkemuka seperti Bernstein dan Standard Chartered tetap optimis, memandang koreksi ini sebagai bagian dari persiapan untuk “Tokenization Supercycle” — era baru di mana aset nyata di seluruh dunia diubah menjadi token digital, yang akan menciptakan permintaan tinggi jika didukung oleh peningkatan penggunaan dari institusi, bank, dan lembaga pusat.

Bank investasi memperkirakan target harga Bitcoin bisa mencapai 150.000 dolar pada tahun 2026, dengan menjaga di atas level 90.000 dolar sebagai titik penting yang harus dipantau investor secara ketat.

3. Emas bergerak agresif menuju 5.000 dolar per ons

Harga emas terus menunjukkan momentum kuat, saat ini berfluktuasi di kisaran 4.440 - 4.580 dolar per ons. Aset ini dipandang investor sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian geopolitik dan utang publik besar AS.

Bank-bank utama seperti HSBC menaikkan target harga emas menjadi 5.000 dolar per ons pada paruh pertama tahun 2026, karena bank sentral di luar negeri terus melakukan strategi akumulasi emas untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS. Hal ini menjadikan emas sebagai aset penting dalam portofolio investor untuk melindungi dari volatilitas mata uang dan ketidakpastian geopolitik.

4. Pasar saham Thailand anjlok: DELTA menjadi pemicu putusnya siklus

Pasar saham Thailand (SET Index) menghadapi tekanan hebat, dengan penutupan turun 27.22 poin ke level 1,253.60 poin. Penyebab utama adalah fenomena “Panic Selling” pada saham DELTA setelah muncul laporan penjualan besar-besaran di harga di bawah normal.

Harga DELTA turun lebih dari 12%, karena nilai pasar perusahaan ini merupakan bagian besar dari indeks, sehingga penurunan satu saham DELTA saja dapat menarik indeks turun hingga 15 poin. Gambaran ini mencerminkan kelemahan struktur pasar saham Thailand yang sangat bergantung pada beberapa saham saja.

Selain itu, arus jual bersih dari investor asing terus berlanjut, keluar dari pasar sekitar 3.700 juta baht, menandakan hilangnya kepercayaan jangka pendek terhadap pasar saham Thailand.


Kesimpulan: Pasar global sedang menyesuaikan diri di tengah ketidakpastian multi-arah, mulai dari data ekonomi AS hingga dinamika pasar kripto, aset umum, dan pasar saham lokal. Investor perlu memantau perubahan baik secara makro maupun mikro untuk menyusun strategi investasi yang tepat ke depan.

BTC-2,82%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan