Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Ada sebuah kasus yang cukup menarik. Perusahaan yang terdaftar di bursa dan mantan CEO-nya terlibat dalam sengketa yang cukup besar.
Menurut laporan, perusahaan tersebut (yang terdaftar di NASDAQ) mengajukan gugatan perdata terhadap mantan CEO dan timnya, menuduh mereka merugikan kepentingan perusahaan. Jumlah yang diminta kembali mencapai 2 miliar yuan, dan kasus ini telah resmi diterima oleh pengadilan Shenzhen.
Keseriusan masalah ini terletak pada—mantan CEO diduga telah menyalahgunakan dana perusahaan sebesar puluhan juta yuan untuk terlibat dalam aktivitas perdagangan ilegal cryptocurrency yang secara tegas dilarang di dalam negeri. Untuk menghindari penyelidikan, mantan CEO ini meninggalkan negara pada awal April 2020.
Kasus ini sebenarnya mencerminkan masalah lama yang sering dibahas—beberapa eksekutif perusahaan memanfaatkan kekuasaan mereka untuk menyalahgunakan dana perusahaan dalam perdagangan aset kripto, yang akhirnya sering berakhir dengan tragedi. Dari sudut pandang tata kelola perusahaan, risiko semacam ini membutuhkan lebih banyak mekanisme pengawasan internal. Dari sudut pasar kripto, ini juga menjadi alasan mengapa otoritas pengawas terus menekankan pentingnya pencegahan risiko.