Belakangan ini ada seorang trader lama yang mengeluh kepada saya, wajahnya tampak lesu. Dia bilang analisis pasar tidak salah, sudah bertahan beberapa hari, tapi akhirnya modalnya terkikis sedikit demi sedikit oleh biaya dana. Lebih menyakitkan lagi, tepat saat posisi terpaksa ditutup, pasar tiba-tiba melonjak.
Jawaban saya sangat lugas: Pandanganmu tidak salah, hanya saja kalah di tangan aturan pasar.
Bagi yang trading kontrak, kebanyakan merasa jika arah sudah benar berarti menang. Tapi kenyataannya, yang membuatmu tetap bertahan di pasar bukanlah apakah kamu bisa menebak candlestick dengan benar, melainkan detail-detail kecil yang sering diabaikan—"belati" tersembunyi yang dipasang pasar.
Yang pertama adalah biaya dana. Terlihat sepele, padahal diam-diam mengalirkan darah. Arahmu sudah benar sekalipun, selama berada di posisi yang tidak menguntungkan, semakin lama waktu berlalu, modalmu akan semakin terkuras. Banyak orang bukan kalah karena pasar, tapi kalah karena kata "menunggu".
Selanjutnya adalah kesalahan dalam menilai harga likuidasi paksa. Mengira masih punya ruang untuk berbalik, padahal biaya transaksi dan slippage sudah dihitung secara diam-diam. Melihat jarak ke harga likuidasi masih cukup jauh, padahal sebenarnya sudah berdiri di tepi jurang.
Ada juga leverage tinggi yang menggoda. Jangan anggap itu jalan pintas, karena sebenarnya itu adalah mesin percepat. Saat keuntungan berlipat ganda terasa menyenangkan, saat kerugian berlipat ganda, satu fluktuasi kecil langsung mengeluarkanmu dari pasar.
Orang yang benar-benar bisa bertahan di kontrak jangka panjang, bukanlah yang selalu pandai memprediksi, melainkan yang tahu batasan dan mampu bersabar. Pasar yang paling ditakuti bukanlah saat kamu mendapatkan keuntungan sekali dua kali, melainkan saat kamu memahami semua trik ini dan tetap jujur mengikuti aturan sampai akhir.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Belakangan ini ada seorang trader lama yang mengeluh kepada saya, wajahnya tampak lesu. Dia bilang analisis pasar tidak salah, sudah bertahan beberapa hari, tapi akhirnya modalnya terkikis sedikit demi sedikit oleh biaya dana. Lebih menyakitkan lagi, tepat saat posisi terpaksa ditutup, pasar tiba-tiba melonjak.
Jawaban saya sangat lugas: Pandanganmu tidak salah, hanya saja kalah di tangan aturan pasar.
Bagi yang trading kontrak, kebanyakan merasa jika arah sudah benar berarti menang. Tapi kenyataannya, yang membuatmu tetap bertahan di pasar bukanlah apakah kamu bisa menebak candlestick dengan benar, melainkan detail-detail kecil yang sering diabaikan—"belati" tersembunyi yang dipasang pasar.
Yang pertama adalah biaya dana. Terlihat sepele, padahal diam-diam mengalirkan darah. Arahmu sudah benar sekalipun, selama berada di posisi yang tidak menguntungkan, semakin lama waktu berlalu, modalmu akan semakin terkuras. Banyak orang bukan kalah karena pasar, tapi kalah karena kata "menunggu".
Selanjutnya adalah kesalahan dalam menilai harga likuidasi paksa. Mengira masih punya ruang untuk berbalik, padahal biaya transaksi dan slippage sudah dihitung secara diam-diam. Melihat jarak ke harga likuidasi masih cukup jauh, padahal sebenarnya sudah berdiri di tepi jurang.
Ada juga leverage tinggi yang menggoda. Jangan anggap itu jalan pintas, karena sebenarnya itu adalah mesin percepat. Saat keuntungan berlipat ganda terasa menyenangkan, saat kerugian berlipat ganda, satu fluktuasi kecil langsung mengeluarkanmu dari pasar.
Orang yang benar-benar bisa bertahan di kontrak jangka panjang, bukanlah yang selalu pandai memprediksi, melainkan yang tahu batasan dan mampu bersabar. Pasar yang paling ditakuti bukanlah saat kamu mendapatkan keuntungan sekali dua kali, melainkan saat kamu memahami semua trik ini dan tetap jujur mengikuti aturan sampai akhir.