Sumber: CryptoNewsNet
Judul Asli: Bitcoin bulls target $100k saat inflasi melambat dan ketegangan di Timur Tengah memanas
Tautan Asli:
Bitcoin naik di atas $95.000 pada hari Selasa, menandai level tertinggi dalam 50 hari, saat para trader merespons angka inflasi AS dan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Bitcoin naik di atas $95k
Kemajuan mata uang kripto ini dipercepat setelah komunikasi dari Departemen Luar Negeri AS yang memperingatkan warga Amerika untuk “segera meninggalkan Iran” dan bersiap menghadapi potensi gangguan komunikasi. Peringatan ini dikeluarkan saat protes massal terus berlangsung di seluruh wilayah Iran dan retorika diplomatik antara Washington dan Teheran semakin intens.
Data Indeks Harga Konsumen yang dirilis sebelumnya hari Selasa menunjukkan inflasi AS tetap stabil, dengan harga terus meningkat tetapi tidak mempercepat. Data tersebut menunjukkan bahwa Federal Reserve mungkin tidak perlu menerapkan kenaikan suku bunga yang agresif dalam waktu dekat, kata para analis.
Bitcoin mengalami koreksi pada awal Januari, dengan dana yang diperdagangkan di bursa spot mencatat arus keluar yang signifikan. Investor yang masuk posisi selama reli Oktober menutup posisi mereka dengan kerugian, mendorong harga mendekati basis biaya ETF yang umum, menurut pengamat pasar.
Data terbaru menunjukkan tekanan jual telah mereda, dengan pembeli global menyerap pasokan yang tersedia sementara pembelian institusional AS berhenti. Indikator Coinbase Premium berbalik menjadi negatif tetapi tidak menandakan capitulation, kata para analis pasar.
Pergerakan mata uang kripto ini mengangkat aset digital lainnya, dengan Ethereum, Solana, dan XRP mencatat kenaikan pada hari Selasa.
Peserta pasar telah menggambarkan perilaku harga Bitcoin sebagai mencerminkan dua karakteristik: sensitivitas terhadap kondisi makroekonomi selama periode stabil dan permintaan sebagai aset alternatif selama ketidakpastian geopolitik.
Mata uang kripto ini beroperasi di jaringan terdesentralisasi di luar kendali langsung pemerintah, sebuah fitur yang secara historis menarik minat investor selama periode ketidakstabilan global.
Para analis memantau arus ETF dan perkembangan geopolitik sebagai faktor potensial yang mempengaruhi pergerakan harga jangka pendek, dengan level $100.000 diidentifikasi sebagai ambang psikologis.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Bull Bitcoin menargetkan $100k saat inflasi mereda dan ketegangan di Timur Tengah meningkat
Sumber: CryptoNewsNet Judul Asli: Bitcoin bulls target $100k saat inflasi melambat dan ketegangan di Timur Tengah memanas Tautan Asli: Bitcoin naik di atas $95.000 pada hari Selasa, menandai level tertinggi dalam 50 hari, saat para trader merespons angka inflasi AS dan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Bitcoin naik di atas $95k
Kemajuan mata uang kripto ini dipercepat setelah komunikasi dari Departemen Luar Negeri AS yang memperingatkan warga Amerika untuk “segera meninggalkan Iran” dan bersiap menghadapi potensi gangguan komunikasi. Peringatan ini dikeluarkan saat protes massal terus berlangsung di seluruh wilayah Iran dan retorika diplomatik antara Washington dan Teheran semakin intens.
Data Indeks Harga Konsumen yang dirilis sebelumnya hari Selasa menunjukkan inflasi AS tetap stabil, dengan harga terus meningkat tetapi tidak mempercepat. Data tersebut menunjukkan bahwa Federal Reserve mungkin tidak perlu menerapkan kenaikan suku bunga yang agresif dalam waktu dekat, kata para analis.
Bitcoin mengalami koreksi pada awal Januari, dengan dana yang diperdagangkan di bursa spot mencatat arus keluar yang signifikan. Investor yang masuk posisi selama reli Oktober menutup posisi mereka dengan kerugian, mendorong harga mendekati basis biaya ETF yang umum, menurut pengamat pasar.
Data terbaru menunjukkan tekanan jual telah mereda, dengan pembeli global menyerap pasokan yang tersedia sementara pembelian institusional AS berhenti. Indikator Coinbase Premium berbalik menjadi negatif tetapi tidak menandakan capitulation, kata para analis pasar.
Pergerakan mata uang kripto ini mengangkat aset digital lainnya, dengan Ethereum, Solana, dan XRP mencatat kenaikan pada hari Selasa.
Peserta pasar telah menggambarkan perilaku harga Bitcoin sebagai mencerminkan dua karakteristik: sensitivitas terhadap kondisi makroekonomi selama periode stabil dan permintaan sebagai aset alternatif selama ketidakpastian geopolitik.
Mata uang kripto ini beroperasi di jaringan terdesentralisasi di luar kendali langsung pemerintah, sebuah fitur yang secara historis menarik minat investor selama periode ketidakstabilan global.
Para analis memantau arus ETF dan perkembangan geopolitik sebagai faktor potensial yang mempengaruhi pergerakan harga jangka pendek, dengan level $100.000 diidentifikasi sebagai ambang psikologis.