Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Futures Kickoff
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Panduan wajib untuk perdagangan kontrak: Bagaimana memilih antara mode isolated dan cross margin?
Dua Konsep Inti Margin
Sebelum membuka perdagangan kontrak, pertama-tama harus memahami apa itu margin. Singkatnya, margin adalah dana yang harus dikunci saat membuka posisi, dibagi menjadi dua kategori: Margin Awal adalah jumlah yang perlu Anda investasikan saat membuka posisi, dan Margin Pemeliharaan adalah tingkat dana minimum yang diperlukan untuk mempertahankan posisi tersebut. Ketika kerugian posisi mendekati Margin Pemeliharaan, sistem akan mengambil langkah berbeda sesuai dengan mode margin yang Anda pilih.
Mode Isolasi: Manajemen Risiko Terpisah
Logika mode isolasi sangat sederhana—setiap posisi bersifat independen. Margin yang Anda tetapkan untuk suatu posisi hanya berlaku untuk posisi tersebut, kecuali Anda secara aktif menambah dana, sistem tidak akan secara otomatis mengisi. Jika margin posisi turun di bawah tingkat Margin Pemeliharaan, sistem akan melakukan likuidasi paksa, dan margin posisi tersebut akan hilang.
Namun ini juga berarti, kerugian maksimum Anda dibatasi pada Margin Awal posisi tersebut. Posisi lain dan saldo akun tidak terpengaruh.
Mode Cross: Efek Leverage yang Terhubung
Mode cross berbeda. Semua dana yang tersedia di akun kontrak Anda dapat digunakan sebagai cadangan margin. Ketika suatu posisi mengalami kerugian, sistem akan secara otomatis menarik dana dari saldo yang tersedia untuk menambah margin posisi, sehingga posisi dapat terus dipertahankan.
Ini membawa dua sisi: dalam pasar yang bergejolak, mode cross memiliki daya tahan terhadap kerugian lebih baik, posisi tidak mudah dilikuidasi. Tetapi jika menghadapi penurunan tajam atau gangguan pasar besar lainnya, Anda mungkin kehilangan seluruh dana di akun kontrak sekaligus.
Perbandingan Kasus Nyata
Misalnya, Anda dan teman Anda Xiao Wang masing-masing memiliki akun kontrak sebesar 2000U, dan keduanya menggunakan 1000U dengan leverage 10x untuk membeli BTC. Perbedaannya adalah, Anda memilih mode isolasi, Xiao Wang memilih mode cross.
Ketika harga BTC turun ke harga likuidasi, Anda kehilangan margin sebesar 1000U dan posisi dilikuidasi, tetapi saldo akun Anda tersisa 1000U, total kerugian 1000U. Sedangkan Xiao Wang secara otomatis menambah margin dari sisa 1000U, posisi tetap terbuka. Jika BTC rebound, Xiao Wang bisa balik untung; tetapi jika BTC terus turun, dia bisa kehilangan seluruh 2000U.
Logika Matematika Perhitungan Risiko Likuidasi
Memahami cara perhitungan risiko likuidasi membantu pengambilan keputusan yang lebih bijak. Indikator kunci di sini adalah Tingkat Risiko Likuidasi:
Risiko Likuidasi Mode Isolasi = Margin Pemeliharaan / Margin Posisi × 100%
Risiko Likuidasi Mode Cross = Margin Pemeliharaan / (Saldo Tersedia + Margin Posisi) × 100%
Ketika risiko likuidasi melebihi 100%, likuidasi akan terjadi. Sebagai perbandingan, perhitungan risiko mode isolasi lebih sederhana dan transparan, sementara mode cross karena didukung dana cadangan, tampak memiliki risiko lebih rendah, tetapi menyembunyikan risiko likuidasi seluruh akun.
Perhitungan Lengkap Margin Posisi
Jika Anda ingin secara akurat memantau kondisi posisi Anda, gunakan rumus berikut:
Margin Posisi = (Nilai Posisi / Leverage) + Margin Tambahan - Margin Berkurang + Untung Rugi Belum Realisasi
Bagaimana Memilih? Mode Isolasi atau Cross
Mode Cross cocok untuk:
Namun, perlu diingat, mode cross saat menghadapi kejadian black swan yang tak terkendali, sangat berisiko menyebabkan seluruh akun menjadi nihil.
Mode Isolasi cocok untuk:
Mode isolasi menuntut Anda waspada terhadap jarak harga likuidasi dan harga saat ini; begitu posisi mendekati garis likuidasi, perlu keputusan aktif untuk menambah margin atau melakukan stop-loss.
Catatan Operasional
Di sebagian besar platform trading, leverage dapat diatur secara bebas dalam mode cross maupun isolasi, biasanya hingga 100x leverage. Namun ada satu detail penting: Ketika Anda menempatkan order yang belum terpenuhi, sistem akan mengunci mode posisi dan pengaturan leverage Anda, melarang perubahan dan switching, ini untuk mencegah kekacauan perhitungan risiko saat order terpenuhi.
Secara umum, mode isolasi dan cross memiliki keunggulan masing-masing, tergantung pada sikap risiko dan gaya trading Anda.