Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Pasar Saham Jepang Mungkin Kehilangan Momentum Ke Depan Saat Sentimen Global Bergetar
Nikkei 225 telah kehilangan keuntungan terbarunya dan kini berada di tepi ketidakpastian. Setelah naik lebih dari 430 poin dalam rally dua hari, indeks menyerahkan hampir semua kemajuan pada hari Jumat, terjun 905,30 poin—atau 1,77 persen—untuk menetap di 50.376,53. Para trader bersiap untuk sesi hati-hati lainnya pada hari Senin karena angin sakal internasional terus menguji kepercayaan pasar.
Apa yang Menyebabkan Penurunan Nikkei?
Tekanan penjualan terjadi di berbagai sektor. Institusi keuangan terjatuh, dengan Mizuho Financial turun 0,26 persen dan Sumitomo Mitsui Financial merosot 0,02 persen. Raksasa teknologi terbukti sangat rentan, karena Softbank Group anjlok 6,57 persen. Sementara itu, nama-nama otomotif menunjukkan sinyal campuran—Nissan Motor naik 2,57 persen, tetapi Toyota Motor kehilangan 0,56 persen, Honda Motor tenggelam 0,54 persen, dan Mazda Motor menyusut 0,66 persen. Saham industri terpukul keras, dengan Hitachi jatuh 4,97 persen, meskipun Panasonic Holdings bangkit 1,95 persen lebih tinggi.
Rentang intraday menceritakan kisah ketidakpastian: Nikkei diperdagangkan antara 50,246.60 dan 50,767.74, sebuah kisaran yang relatif ketat yang menunjukkan bahwa para investor berhati-hati dalam menginvestasikan modal baru.
Sinyal Campuran Wall Street Meninggalkan Sedikit yang Bisa Disyukuri
Di seberang Pasifik, pasar AS memberikan arah yang bertentangan. Indeks Dow Jones Industrial Average kehilangan 309,74 poin atau 0,65 persen untuk ditutup pada 47.147,48. Indeks S&P 500 turun hanya 3,38 poin atau 0,05 persen menjadi 6.734,11, sementara NASDAQ berhasil mencatatkan kenaikan kecil sebesar 30,23 poin atau 0,13 persen, ditutup pada 22.900,59.
Saham teknologi awalnya membebani sentimen, tetapi pemulihan dari raksasa seperti Nvidia, Palantir Technologies, dan Tesla memberikan sedikit dorongan. Namun suasananya tetap rapuh—minat beli tetap rendah karena trader khawatir tentang langkah selanjutnya Federal Reserve terkait suku bunga. Pernyataan terbaru dari pejabat Fed dan ketidakpastian yang terkait dengan penutupan pemerintah AS telah menurunkan ekspektasi untuk pemotongan suku bunga dalam waktu dekat.
Konteks yang Lebih Luas: Suku Bunga dan Minyak Mentah
Kecemasan tentang kebijakan moneter adalah benang merah yang menghubungkan pasar global. Bursa Asia diharapkan untuk bergerak dengan hati-hati, membagi perbedaan antara kelemahan di Eropa dan sinyal campuran dari Wall Street.
Satu titik cerah: minyak mentah rally, dengan minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Desember naik $1,28 atau 2,2 persen menjadi $59,97 per barel, didorong oleh laporan serangan drone Ukraina di depo minyak Rusia di pelabuhan Novorossiysk di Laut Hitam.
Melihat ke Depan: PDB Q3 Jepang dalam Fokus
Jepang akan merilis angka GDP kuartal ketiga awal pada Senin pagi. Kuartal sebelumnya menunjukkan pertumbuhan sebesar 0,5 persen secara kuartalan dan 2,2 persen tahun-ke-tahun—sebuah ekspansi yang sederhana namun stabil yang menunjukkan ketahanan yang mendasar meskipun ada ketidakpastian eksternal.
Kemampuan Nikkei untuk mengatasi kelemahan terbarunya dan menemukan pijakan mungkin tergantung pada bagaimana investor mencerna data ini dan sinyal apa yang muncul dari luar negeri. Untuk saat ini, pasar tampak puas untuk melepaskan momentum ke depan dan menunggu petunjuk arah yang lebih jelas.