Pasar Saham Jepang Mungkin Kehilangan Momentum Ke Depan Saat Sentimen Global Bergetar

Nikkei 225 telah kehilangan keuntungan terbarunya dan kini berada di tepi ketidakpastian. Setelah naik lebih dari 430 poin dalam rally dua hari, indeks menyerahkan hampir semua kemajuan pada hari Jumat, terjun 905,30 poin—atau 1,77 persen—untuk menetap di 50.376,53. Para trader bersiap untuk sesi hati-hati lainnya pada hari Senin karena angin sakal internasional terus menguji kepercayaan pasar.

Apa yang Menyebabkan Penurunan Nikkei?

Tekanan penjualan terjadi di berbagai sektor. Institusi keuangan terjatuh, dengan Mizuho Financial turun 0,26 persen dan Sumitomo Mitsui Financial merosot 0,02 persen. Raksasa teknologi terbukti sangat rentan, karena Softbank Group anjlok 6,57 persen. Sementara itu, nama-nama otomotif menunjukkan sinyal campuran—Nissan Motor naik 2,57 persen, tetapi Toyota Motor kehilangan 0,56 persen, Honda Motor tenggelam 0,54 persen, dan Mazda Motor menyusut 0,66 persen. Saham industri terpukul keras, dengan Hitachi jatuh 4,97 persen, meskipun Panasonic Holdings bangkit 1,95 persen lebih tinggi.

Rentang intraday menceritakan kisah ketidakpastian: Nikkei diperdagangkan antara 50,246.60 dan 50,767.74, sebuah kisaran yang relatif ketat yang menunjukkan bahwa para investor berhati-hati dalam menginvestasikan modal baru.

Sinyal Campuran Wall Street Meninggalkan Sedikit yang Bisa Disyukuri

Di seberang Pasifik, pasar AS memberikan arah yang bertentangan. Indeks Dow Jones Industrial Average kehilangan 309,74 poin atau 0,65 persen untuk ditutup pada 47.147,48. Indeks S&P 500 turun hanya 3,38 poin atau 0,05 persen menjadi 6.734,11, sementara NASDAQ berhasil mencatatkan kenaikan kecil sebesar 30,23 poin atau 0,13 persen, ditutup pada 22.900,59.

Saham teknologi awalnya membebani sentimen, tetapi pemulihan dari raksasa seperti Nvidia, Palantir Technologies, dan Tesla memberikan sedikit dorongan. Namun suasananya tetap rapuh—minat beli tetap rendah karena trader khawatir tentang langkah selanjutnya Federal Reserve terkait suku bunga. Pernyataan terbaru dari pejabat Fed dan ketidakpastian yang terkait dengan penutupan pemerintah AS telah menurunkan ekspektasi untuk pemotongan suku bunga dalam waktu dekat.

Konteks yang Lebih Luas: Suku Bunga dan Minyak Mentah

Kecemasan tentang kebijakan moneter adalah benang merah yang menghubungkan pasar global. Bursa Asia diharapkan untuk bergerak dengan hati-hati, membagi perbedaan antara kelemahan di Eropa dan sinyal campuran dari Wall Street.

Satu titik cerah: minyak mentah rally, dengan minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Desember naik $1,28 atau 2,2 persen menjadi $59,97 per barel, didorong oleh laporan serangan drone Ukraina di depo minyak Rusia di pelabuhan Novorossiysk di Laut Hitam.

Melihat ke Depan: PDB Q3 Jepang dalam Fokus

Jepang akan merilis angka GDP kuartal ketiga awal pada Senin pagi. Kuartal sebelumnya menunjukkan pertumbuhan sebesar 0,5 persen secara kuartalan dan 2,2 persen tahun-ke-tahun—sebuah ekspansi yang sederhana namun stabil yang menunjukkan ketahanan yang mendasar meskipun ada ketidakpastian eksternal.

Kemampuan Nikkei untuk mengatasi kelemahan terbarunya dan menemukan pijakan mungkin tergantung pada bagaimana investor mencerna data ini dan sinyal apa yang muncul dari luar negeri. Untuk saat ini, pasar tampak puas untuk melepaskan momentum ke depan dan menunggu petunjuk arah yang lebih jelas.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan