Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Impian vs. Realita Penambangan Laut Dalam: Apakah Perusahaan Logam Ini Layak Untuk Perhatian Anda?
Hadiah di Bawah Laut
Perusahaan Metals (NASDAQ: TMC) sedang mengejar sesuatu yang tidak akan pernah dicoba oleh sebagian besar penambang—mengekstraksi miliaran ton nodul polimetalik dari kedalaman 4-6 kilometer di bawah Samudera Pasifik. Terletak di Zona Clarion Clipperton (CCZ), sebuah wilayah kaya mineral antara Hawaii dan Meksiko, batu-batu seukuran kentang ini dipenuhi dengan nikel, tembaga, kobalt, dan mangan. Peneliti memperkirakan nodul di zona ini bisa bernilai hingga $20 triliun. Hak eksplorasi TMC di area yang ditunjuk dapat dinilai sekitar $24 miliar saja—angka yang menarik ketika kapitalisasi pasar perusahaan saat ini mendekati $3 miliar.
Kesenjangan valuasi yang besar itulah yang menjelaskan mengapa saham TMC telah melonjak hampir 500% pada tahun 2025. Secara teori, perhitungannya terlihat sangat menggoda.
Angin Pendukung Regulasi, Tapi Pertanyaan Masih Ada
Di sinilah keadaan menjadi rumit. TMC terjebak di antara dua kenyataan regulasi. Otoritas Dasar Laut Internasional (ISA), sebuah badan yang didukung PBB, telah menyusun “kode penambangan” selama lebih dari satu dekade untuk mengatur operasi laut dalam di perairan internasional. Kekhawatiran lingkungan dan sengketa internal telah menghambat kemajuan, meninggalkan TMC dalam ketidakpastian regulasi.
Namun ada kekuatan penyeimbang yang berperan. AS tidak pernah meratifikasi perjanjian yang mendirikan ISA dan sedang menentukan jalurnya sendiri. Pada April 2025, pemerintahan Trump menandatangani perintah eksekutif untuk mempercepat pemberian izin untuk penambangan dasar laut. Langkah ini memberikan keuntungan potensial bagi operator yang berbasis di AS. Meskipun TMC terdaftar di Kanada, anak perusahaannya yang berbasis di AS memposisikannya untuk mengajukan permohonan izin di bawah hukum Amerika. Pada Agustus 2025, NOAA mengonfirmasi bahwa permohonan TMC USA sepenuhnya mematuhi dan membawanya ke tahap sertifikasi—proses yang diharapkan memakan waktu sekitar 100 hari.
Krisis Kas dan Tantangan Garis Waktu
Sebelum merayakan, investor perlu menghadapi dua kenyataan sulit: garis waktu dan modal.
TMC tidak mengharapkan produksi komersial dimulai hingga akhir 2027—berarti hingga dua tahun tanpa menghasilkan pendapatan. Sementara itu, perusahaan memiliki sekitar $116 juta dalam bentuk kas pada pertengahan 2025, memposting kerugian operasional sebesar $22 juta, dan membakar sekitar $10 juta per kuartal. Membangun infrastruktur penambangan laut dalam membutuhkan pengeluaran yang substansial untuk peralatan khusus dan teknologi hidrometalurgi. Penggalangan modal di masa depan hampir tidak terhindarkan.
Perjudian Komoditas
Proposisi nilai TMC bergantung pada asumsi yang rapuh. Penilaian nodule sepenuhnya bergantung pada permintaan masa depan untuk logam baterai. Tapi bagaimana jika kimia baterai EV berubah? Bagaimana jika kobalt dan nikel menjadi kurang penting, atau jika alternatif untuk tembaga muncul? Sebaliknya, lonjakan permintaan tembaga yang didorong oleh AI atau kekurangan nikel yang tidak terduga dapat mempercepat nilai aset tersebut.
Hasil biner ini—keuntungan besar atau erosi signifikan—adalah alasan mengapa TMC tetap menjadi permainan spekulatif berisiko tinggi yang tidak cocok untuk investor konservatif.
Kesimpulan
Zona Clipperton Clarion mewakili peluang nyata, dan posisi TMC dalam kerangka regulasi AS sangat menguntungkan. Angka-angka tersebut tentu menggoda. Namun, perusahaan menghadapi jalur multi-tahun dengan pendapatan minimal, kebutuhan modal yang substansial, dan valuasi yang bergantung pada kondisi pasar komoditas yang dapat berubah secara tidak terduga. Ini adalah taruhan pada pelaksanaan teknologi, persetujuan regulasi, dan permintaan logam yang menguntungkan—bukan kepastian.