Minggu lalu saya janjian minum dengan seorang senior di dunia crypto.
Saat ngobrol, dia iseng buka akunnya—modal Rp30.000, sekarang jadi Rp60.000.000.
Saya langsung tanya: "Bang, apa rahasianya?" Dia angkat gelasnya, mengocok pelan: "Nggak ada, cuma bisa tahan lebih lama dari kalian."
Saat itu saya bengong lama. Sekarang ini orang pintar di mana-mana, yang bisa tahan godaan cuma segelintir.
——
**Pertama: Jangan All-in**
Dia punya aturan mati: hanya pakai 30% modal. Pasar segila apapun nggak nambah, turun sedalam apapun nggak panik.
"Mereka yang all-in, cepat kaya cepat habis. Saya cuma mau bola salju makin lama makin besar." Lewat tiga siklus bull-bear, yang masih berdiri dia, yang tumbang itu yang semalam kaya, besoknya margin call.
——
**Kedua: Jangan FOMO**
Waktu DeFi paling gila, di mana-mana cerita orang jadi kaya mendadak. Dia nggak bergerak.
Cuma pegang tiga koin utama, tiap hari review pasar, catat pergerakan, tulis catatan. "Main yang kamu benar-benar paham, waktu akan kasih hasilnya."
——
**Ketiga: Jangan Ragu Cut Loss**
Di meja tradingnya ada catatan tempel: "Pasar nggak akan kasihan cuma karena kamu nggak rela rugi."
Cut loss itu bukan menyerah, tapi kasih jalan keluar buat diri sendiri. Kalau harus tebas, tebas saja, ragu satu detik pun kebanyakan.
——
**Keempat: Harus Kuat Tahan**
Ini yang paling berat, juga paling penting.
Lihat orang lain FOMO cuan besar, kamu bisa tahan duduk diam nggak? Sepuluh kali market crash, masih percaya sistem sendiri, bisa nggak?
Dia bisa. Makanya dia bukan lagi penjudi, tapi sudah jadi pemain sejati.
——
Sebelum pulang dia bilang: "Master sejati nggak cari sensasi, yang penting disiplin. Jenius makan inspirasi, veteran makan sistem. Yang sanggup lewati siklus, baru pantas bicara soal kebebasan."
Yang terakhir bertahan di dunia crypto, bukan yang paling pintar. Tapi yang paling tekun ulangi cara paling sederhana, ribuan kali tanpa berubah.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Minggu lalu saya janjian minum dengan seorang senior di dunia crypto.
Saat ngobrol, dia iseng buka akunnya—modal Rp30.000, sekarang jadi Rp60.000.000.
Saya langsung tanya: "Bang, apa rahasianya?"
Dia angkat gelasnya, mengocok pelan: "Nggak ada, cuma bisa tahan lebih lama dari kalian."
Saat itu saya bengong lama.
Sekarang ini orang pintar di mana-mana, yang bisa tahan godaan cuma segelintir.
——
**Pertama: Jangan All-in**
Dia punya aturan mati: hanya pakai 30% modal.
Pasar segila apapun nggak nambah, turun sedalam apapun nggak panik.
"Mereka yang all-in, cepat kaya cepat habis. Saya cuma mau bola salju makin lama makin besar."
Lewat tiga siklus bull-bear, yang masih berdiri dia, yang tumbang itu yang semalam kaya, besoknya margin call.
——
**Kedua: Jangan FOMO**
Waktu DeFi paling gila, di mana-mana cerita orang jadi kaya mendadak.
Dia nggak bergerak.
Cuma pegang tiga koin utama, tiap hari review pasar, catat pergerakan, tulis catatan.
"Main yang kamu benar-benar paham, waktu akan kasih hasilnya."
——
**Ketiga: Jangan Ragu Cut Loss**
Di meja tradingnya ada catatan tempel:
"Pasar nggak akan kasihan cuma karena kamu nggak rela rugi."
Cut loss itu bukan menyerah, tapi kasih jalan keluar buat diri sendiri.
Kalau harus tebas, tebas saja, ragu satu detik pun kebanyakan.
——
**Keempat: Harus Kuat Tahan**
Ini yang paling berat, juga paling penting.
Lihat orang lain FOMO cuan besar, kamu bisa tahan duduk diam nggak?
Sepuluh kali market crash, masih percaya sistem sendiri, bisa nggak?
Dia bisa.
Makanya dia bukan lagi penjudi, tapi sudah jadi pemain sejati.
——
Sebelum pulang dia bilang:
"Master sejati nggak cari sensasi, yang penting disiplin. Jenius makan inspirasi, veteran makan sistem. Yang sanggup lewati siklus, baru pantas bicara soal kebebasan."
Yang terakhir bertahan di dunia crypto, bukan yang paling pintar.
Tapi yang paling tekun ulangi cara paling sederhana, ribuan kali tanpa berubah.